Ihram.co.id — Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dijadwalkan melakoni debut di turnamen All England 2026 yang akan berlangsung di Birmingham pada 3-8 Maret mendatang. Penampilan di turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut menjadi momen yang dinantikan setelah keduanya melewati jadwal padat sepanjang Januari serta Badminton Asia Team Championships (BATC) pada Februari lalu.
Pasangan juara Australia Open 2025 ini menaruh perhatian khusus pada atmosfer kompetisi di Inggris tersebut. Nikolaus Joaquin mengungkapkan bahwa bertanding di All England merupakan salah satu target pribadi yang ingin ia capai dalam karier profesionalnya.
“Ini salah satu wishlist saya juga bisa main di All England kan beda sendiri, atmosfernya, turnamen yang paling ditunggu-tunggu sama semua orang, dan saya juga ingin banget merasakan main di situ. Cuma memang harus dikontrol lagi ambisinya. Jadi kami harus step by step,” ujar Joaquin saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung.
Ekspektasi Karpet Abu-abu dan Persiapan Fisik
Senada dengan rekannya, Raymond Indra mengaku antusias menghadapi pengalaman pertama di Utilita Arena Birmingham. Salah satu hal yang menarik perhatiannya adalah penggunaan karpet abu-abu yang menjadi ciri khas turnamen tersebut.
“Kalau ekspektasi saya ingin mencoba karpet abu sih. Itu ingin. Penasaran saja, soalnya saya enggak pernah main di karpet abu. Jadi saya penasaran saja. Enggak tahu sih apa bedanya, tapi penasaran saja main di karpet abu. Apalagi main di All England. Keren pasti itu,” kata Raymond.
Meski memiliki semangat tinggi, Raymond tetap bersikap realistis mengingat mereka akan menghadapi tiga turnamen secara beruntun. Fokus utama saat ini adalah mengembalikan serta meningkatkan kondisi fisik agar tetap prima selama rangkaian kompetisi tersebut.
“Kalau dari saya sih ambisinya pasti ada untuk juara di sana cuma ingin melakukan yang terbaik dulu. Baik dari latihan, mengembalikan fisik, meningkatkan fisik, apalagi besok juga tiga turnamen beruntun. Pasti nggak mudah,” tambahnya.
Konsistensi di Peringkat 20 Besar Dunia
Performa Raymond/Joaquin menunjukkan tren meningkat setelah menembus peringkat 20 besar dunia. Selain meraih gelar di Australia, pasangan ini tercatat sebagai runner-up di ajang Indonesia Masters dan Thailand Masters 2026.
Pencapaian tersebut berdampak pada meningkatnya harapan publik terhadap prestasi mereka di lapangan. Joaquin mengakui adanya perbedaan tekanan yang dirasakan saat ini dibandingkan dengan masa awal mereka merintis karier dari peringkat bawah.
“Buat saya sendiri sih ada dibanding tahun lalu kan kita dari bawah mengejar ke atas kan. Terus orang-orang juga masih oke-oke gitu. Tapi kalau sekarang kan orang-orang kayak, ‘Wah ini masih bisa menang nih, bisa menang gitu kan’,” tutur Joaquin.
Mengelola Tekanan Publik
Menghadapi tuntutan dari para pendukung, Joaquin memilih untuk tetap fokus pada hal-hal yang berada dalam kendali tim. Ia berupaya menjadikan ekspektasi tersebut sebagai tambahan motivasi dalam bertanding.
“Pressure pasti lebih banyak dibanding sebelumnya cuma kami berusaha untuk kontrol lagi. Dan kami mencoba kontrol apa yang bisa kontrol gitu. Kalau ekspektasi netizen tidak bisa kontrol. Yang bisa kita kontrol itu kan bagaimana cara menghadapi ekspektasi mereka, dengan cara dijadikan motivasi, supaya bisa lebih baik ke depannya,” pungkasnya.
Ikuti Ihram.co.id
