— Kembalinya Kylian Mbappe dari cedera diharapkan mampu mendongkrak performa dan hasil pertandingan Real Madrid di lapangan. Penyerang asal Prancis ini diketahui merupakan pencetak gol terbanyak tim sepanjang musim.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Tim tidak mampu meraih hasil positif setelah Mbappe kembali masuk ke daftar sebelas pemain utama, bahkan justru mengalami penurunan performa signifikan.

Kontras Performa Tanpa dan Dengan Kylian Mbappe

Real Madrid justru tampil sangat baik saat Kylian Mbappe tidak berada di lapangan sebagai starter. Kondisi ini terlihat dari hasil pertandingan dan performa tim secara keseluruhan.

Tim berjuluk Los Blancos tersebut memainkan tujuh pertandingan di semua kompetisi tanpa Mbappe sebagai starter antara Februari dan Maret. Mereka berhasil memenangkan enam pertandingan dan hanya menelan satu kekalahan.

Lima pertandingan terakhir sebelum Mbappe kembali menjadi starter melawan Mallorca bahkan berakhir dengan lima kemenangan beruntun bagi klub. Real Madrid menunjukkan dominasi yang kuat selama periode tersebut.

Dalam pertandingan melawan Celta Vigo, Elche, Atletico Madrid, dan dua laga menghadapi Manchester City, Real Madrid berhasil mencetak 14 gol. Gawang mereka juga hanya kebobolan sebanyak lima kali.

Dampak Instan Usai Kembalinya Sang Superstar

Kylian Mbappe kembali menjadi starter setelah jeda internasional, tepatnya dalam pertandingan melawan Mallorca. Hasilnya, Real Madrid langsung menelan kekalahan 2-1 dalam laga tersebut.

Setelah itu, Los Merengues kembali kalah dengan skor yang sama, yakni 2-1, saat menghadapi Bayern Munchen. Rentetan hasil negatif berlanjut dengan hasil imbang melawan Girona pada malam sebelumnya.

Meskipun korelasi belum tentu berarti kausalitas, jelas bahwa kembalinya Mbappe secara langsung bertepatan dengan memburuknya hasil tim. Mantan pemain Real Madrid, Alvaro Arbeloa, perlu mempertimbangkan temuan ini secara mendalam.

Sepanjang musim ini, pemain asal Prancis itu telah tampil dalam 26 pertandingan liga untuk Real Madrid. Ia mencatatkan 23 gol dan empat assist, menciptakan delapan peluang besar, serta rata-rata 2,2 umpan kunci per pertandingan. Namun, satu-satunya kelemahan dari keterlibatannya tampaknya adalah kurangnya tingkat kerja konstan tanpa bola.