Ihram.co.id — Real Madrid resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Xabi Alonso. Keputusan ini diambil tak lama setelah kekalahan tipis 2-3 dari Barcelona pada laga final Piala Super Spanyol, Senin (12/1/2026) dini hari WIB.
Namun, kegagalan meraih trofi tersebut disinyalir bukan satu-satunya pemicu perpisahan ini.
Kabar yang beredar luas di media-media Spanyol menyebutkan adanya ketegangan hebat di ruang ganti Los Blancos.
Kylian Mbappe dan kawan-kawan dilaporkan merasa tidak cocok dengan gaya kepemimpinan Alonso yang menerapkan disiplin sangat ketat selama masa jabatannya.
Disiplin Ketat dan Keluhan Pemain Bintang
Alonso diketahui menerapkan aturan yang dianggap terlalu kaku oleh skuad bertabur bintang Madrid.
Salah satu kebijakan yang paling disorot adalah larangan bagi keluarga pemain untuk mendatangi tempat latihan.
Selain itu, porsi latihan fisik yang sangat berat juga menjadi poin keberatan utama para pemain.
Masalah taktis pun turut memperkeruh suasana. Vinicius Junior beberapa kali tertangkap kamera menunjukkan gestur frustrasi, terutama saat dirinya ditarik keluar lapangan dalam beberapa pertandingan krusial.
Ego besar para pemain Real Madrid tampaknya menjadi tantangan yang gagal diredam oleh Alonso.
Pesan Lawas Jose Mourinho yang Menjadi Kenyataan
Di tengah gejolak ini, pernyataan lama Jose Mourinho kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Mourinho, yang pernah menukangi Madrid pada periode 2010-2013, sempat mengungkapkan betapa sulitnya membangun kesatuan di dalam skuad yang penuh dengan ego individu tinggi.
Mourinho mengaku pernah diminta kembali oleh Presiden Florentino Perez pada tahun 2015 untuk melakukan pembersihan skuad, namun ia menolaknya.
Berikut adalah poin-poin pernyataan Mourinho yang kembali viral:
- Mourinho merasa berhasil meraih trofi, namun gagal membangun skuad yang bersatu di Madrid.
- Florentino Perez sempat meminta Mourinho menyingkirkan pemain-pemain yang dianggap punya pengaruh buruk.
- Mourinho menilai permintaan tersebut sudah terlambat untuk dilakukan saat itu.
“Di Madrid, saya berhasil melakukan segalanya kecuali membangun skuad yang bersatu,” ujar Mourinho dalam kutipan lawasnya. Ia menambahkan bahwa saat Perez meneleponnya untuk kembali dan menyingkirkan pemain tertentu, ia hanya menjawab, “Itu sudah terlambat.”
| Informasi Pertandingan Terakhir | Detail |
|---|---|
| Lawan | Barcelona |
| Skor Akhir | 2-3 |
| Turnamen | Piala Super Spanyol |
| Status Pelatih | Resmi Berpisah |
Ikuti Ihram.co.id
