— Hasil mengecewakan harus ditelan oleh skuad Los Blancos dalam lanjutan kompetisi La Liga. Bertandang ke markas Osasuna, Real Madrid terpaksa pulang dengan tangan hampa setelah takluk secara dramatis dengan skor tipis 2-1 lewat gol di penghujung pertandingan.

Dominasi Penuh yang Berujung Petaka

Jalannya pertandingan sebenarnya mutlak berada di bawah kendali Real Madrid. Secara statistik, tim tamu mencatatkan penguasaan bola yang sangat timpang, yakni mencapai 81% berbanding 19% milik Osasuna. Aliran bola Madrid juga sangat dominan dengan total 509 operan dan akurasi mencapai 90%.

Meski terus dikurung, Osasuna bermain sangat disiplin dan efektif. Tuan rumah justru berhasil mencuri gol pembuka lebih dulu melalui eksekusi penalti Ante Budimir pada menit ke-38. Gol ini membuat Osasuna memimpin 1-0 hingga turun minum.

Gol Vinicius dan Drama Menit Ke-90

Tertinggal satu gol membuat barisan penyerang Real Madrid semakin gencar menekan pertahanan lawan di babak kedua. Upaya keras tersebut akhirnya membuahkan hasil saat Vinícius Júnior sukses menyarangkan bola ke gawang Osasuna pada menit ke-73, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Namun, momentum kebangkitan itu gagal dimanfaatkan dengan maksimal. Osasuna yang hanya mengandalkan serangan balik justru mampu tampil mematikan. Malapetaka bagi pertahanan Madrid datang pada menit ke-90 saat Raúl García berhasil mencetak gol krusial yang memastikan kemenangan 2-1 bagi tuan rumah.

Dari sisi agresivitas, kedua tim sebenarnya sama-sama melepaskan 14 tembakan sepanjang laga, di mana Madrid mencatatkan 5 tembakan tepat sasaran berbanding 4 milik Osasuna. Laga ini juga berjalan cukup keras, terbukti dengan keluarnya 6 kartu kuning dari saku wasit, dengan 4 di antaranya diberikan kepada para pemain Real Madrid.