Real Madrid harus menelan pil pahit setelah disingkirkan tim divisi kedua, Albacete, pada babak 16 besar Copa Del Rey, Kamis (15/1) dini hari WIB. Kekalahan 2-3 ini memperpanjang tren negatif klub raksasa Spanyol tersebut di berbagai kompetisi musim ini.

Krisis Performa di Berbagai Kompetisi

Kekalahan dari Albacete menambah daftar kegagalan Real Madrid dalam waktu singkat. Sebelumnya, skuad berjuluk Los Blancos ini gagal meraih trofi Piala Super Spanyol setelah ditaklukkan Barcelona di partai final.

Di kompetisi domestik, Real Madrid masih tertinggal empat poin dari Barcelona yang kokoh di puncak klasemen Liga Spanyol. Sementara di Liga Champions, posisi mereka belum aman untuk mengamankan tiket langsung ke babak delapan besar guna menghindari fase playoff.

Pemecatan Pelatih dan Isu Ruang Ganti

Kondisi internal klub semakin memanas menyusul keputusan manajemen untuk mendepak pelatih Xabi Alonso. Selain pergantian nakhoda, isu keretakan di ruang ganti juga mencuat ke publik.

Ego para pemain dinilai terlalu besar sehingga memengaruhi keharmonisan tim. Situasi ini menjadi sorotan tajam di tengah merosotnya prestasi klub di lapangan hijau.

Permintaan Maaf Dani Carvajal

Bek senior Dani Carvajal tidak menampik bahwa timnya sedang berada dalam kondisi yang tidak ideal. Pemain asal Spanyol tersebut memilih untuk bersikap jujur mengenai situasi yang dihadapi Real Madrid saat ini.

“Apa yang bisa saya bilang untuk situasi sekarang ini? Jelas kami tidak dalam performa terbaik,” ujar Carvajal sebagaimana dilansir dari Marca.

Carvajal juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung setia klub. Ia menegaskan bahwa seluruh elemen tim harus bekerja lebih keras untuk memperbaiki keadaan.

“Inilah kenyataannya dan kami meminta maaf kepada para penggemar. Kami perlu bekerja keras dan memberikan yang lebih, masih ada dua trofi yang bisa dikejar,” pungkasnya.