Ihram.co.id — Real Madrid harus menelan pil pahit setelah tersingkir secara mengejutkan dari ajang Copa del Rey. Bertanding di Estadio Carlos Belmonte, Los Blancos kalah 2-3 dari Albacete, tim yang saat ini berada di peringkat ke-17 Segunda Division. Hasil ini langsung memicu sorotan tajam, terutama karena laga tersebut menjadi debut Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala Madrid.
Ekspektasi tinggi langsung dibebankan kepada Arbeloa yang ditunjuk menggantikan Xabi Alonso hanya dua hari sebelum pertandingan. Namun, pergantian cepat di kursi pelatih justru berujung pada kegagalan total, dengan Real Madrid tampak kesulitan menerjemahkan dominasi permainan menjadi kemenangan.
Dominasi Tanpa Efektivitas
Secara statistik, Real Madrid tampil dominan hampir sepanjang laga. Mereka menguasai bola hingga 78 persen dan melepaskan 18 tembakan ke gawang lawan. Sayangnya, efektivitas menjadi masalah utama. Dari sejumlah peluang yang tercipta, hanya enam yang mengarah tepat ke sasaran.
Absennya Kylian Mbappe akibat cedera lutut juga cukup terasa. Meski Vinicius Junior dan Federico Valverde tetap dimainkan sejak awal, lini serang Madrid gagal tampil klinis. Di sisi lain, pertahanan yang dikomandoi Antonio Rudiger kerap kerepotan menghadapi serangan balik cepat Albacete.
Jalannya Pertandingan yang Penuh Drama
Albacete membuka keunggulan melalui Javi Villar pada menit ke-42, memanfaatkan kelengahan lini belakang Madrid. Los Blancos sempat bangkit lewat gol talenta muda Franco Mastantuono sebelum babak pertama usai.
Namun, babak kedua justru menjadi mimpi buruk bagi tim tamu. Jefte Betancor tampil sebagai pahlawan Albacete dengan mencetak dua gol krusial. Gol terakhirnya di menit ke-90+4 memastikan kemenangan dramatis tuan rumah sekaligus mengakhiri perjalanan Real Madrid di Copa del Rey musim ini.
Sindiran Gerard Pique yang Kembali Memanas
Tak lama setelah pertandingan berakhir, Gerard Pique langsung mencuri perhatian publik. Mantan bek Barcelona itu mengunggah emoji tertawa dan menangis di platform X, disertai emoji “traffic cone” yang merujuk pada julukan “El Cono” untuk Arbeloa.
Sindiran tersebut langsung viral dan dianggap sebagai kelanjutan rivalitas lama antara Pique dan Arbeloa sejak masih aktif bermain. Bagi Pique, kekalahan Madrid di laga debut Arbeloa tampaknya menjadi momen sempurna untuk menghidupkan kembali ejekan lama.
Arbeloa Akui Tanggung Jawab Penuh
Di hadapan media, Arbeloa tidak bersembunyi dari kritik. Ia secara terbuka mengakui kegagalan tim dan menegaskan bahwa dirinya siap memikul tanggung jawab atas hasil tersebut.
Menurut Arbeloa, kekalahan dari tim kasta kedua tidak bisa diterima di klub sebesar Real Madrid. Ia menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan untuk memastikan performa tim kembali ke jalur yang seharusnya.
Tersingkirnya Real Madrid dari Copa del Rey ini menjadi peringatan keras bahwa transisi pelatih tidak selalu berjalan mulus, sekaligus membuka kembali rivalitas klasik yang tak pernah benar-benar padam.
Ikuti Ihram.co.id
