Ihram.co.id — Real Madrid menginvestasikan dana besar mencapai lebih dari 171 juta euro untuk memboyong tiga talenta muda paling menjanjikan, namun investasi tersebut dinilai belum membuahkan hasil signifikan sepanjang musim ini. Dean Huijsen, Alvaro Carreras, dan Franco Mastantuono, yang didatangkan dengan ekspektasi tinggi sebagai pilar masa depan klub, justru kesulitan mengamankan posisi sebagai pemain inti dalam skuad utama.
Situasi ini menjadi perhatian serius setelah ketiganya tidak masuk dalam daftar susunan pemain awal saat Real Madrid menghadapi laga krusial melawan Bayern Munich di Allianz Arena. Keputusan pelatih Alvaro Arbeloa untuk memarkir ketiga pemain tersebut di bangku cadangan dianggap sebagai pernyataan tegas bahwa mereka belum dianggap siap mengemban tanggung jawab pada pertandingan dengan tensi tinggi.
Baca Juga: Real Madrid Juara UEFA Youth League 2026 usai Tekuk Club Brugge
Meskipun memiliki potensi besar, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa manajemen Real Madrid lebih memprioritaskan hasil instan dan pengalaman pemain senior dibandingkan proses adaptasi pemain muda. Tantangan adaptasi ini menjadi beban berat mengingat tekanan besar yang selalu menyertai setiap pemain yang mengenakan seragam Los Blancos, tanpa memandang usia atau status mereka sebagai pemain prospektif.
Prioritas Pengalaman di Laga Krusial
Ketidakhadiran Huijsen, Carreras, dan Mastantuono dalam laga penentu melawan Bayern Munich di Allianz Arena menunjukkan keraguan teknis dari tim pelatih. Arbeloa lebih memilih memasang Ferland Mendy di posisi bek kiri daripada Carreras, serta mengandalkan Eder Militao di jantung pertahanan ketimbang memberikan kesempatan kepada Huijsen, meskipun terdapat kekhawatiran mengenai kondisi kebugaran pemain senior tersebut.
Baca Juga: Rating Pemain Real Madrid vs Getafe: David Soria Menggila, Franco Mastantuono Terendah
Manajemen pertandingan yang diterapkan Arbeloa juga mempertegas minimnya kepercayaan terhadap bangku cadangan, di mana ia hanya melakukan satu pergantian pemain sebelum menit ke-90. Dari ketiga pemain muda tersebut, hanya Franco Mastantuono yang mendapatkan kesempatan bermain sebagai pemain pengganti, sementara sisanya tetap berada di bangku cadangan hingga peluit panjang berbunyi.
Kecenderungan untuk mengandalkan pemain yang lebih berpengalaman dianggap sebagai langkah pengamanan hasil di tengah tuntutan klub yang tidak memberikan banyak ruang bagi kegagalan. Hal ini kontras dengan label mereka sebagai calon bintang masa depan yang seharusnya mulai diintegrasikan ke dalam dinamika permainan tim di momen-momen penting.
Baca Juga: Dean Huijsen Minta Maaf Usai Repost Unggahan Rasis di Instagram
Penurunan Peran Franco Mastantuono dan Persaingan Internal
Di antara ketiga pemain tersebut, nasib Franco Mastantuono menjadi yang paling disorot setelah perannya dalam tim berkurang secara drastis dalam beberapa pekan terakhir. Setelah sempat menjadi starter dalam lima dari enam pertandingan awal di bawah asuhan Arbeloa, pemain berusia 18 tahun itu kini hampir sepenuhnya terpinggirkan dari rotasi utama pemain tengah.
Statistik menunjukkan penurunan performa yang mencolok, di mana Mastantuono hanya mencatatkan total 76 menit waktu bermain dalam 15 pertandingan terakhir Real Madrid. Faktor kepercayaan diri yang menurun serta performa impresif dari Brahim Diaz disebut menjadi penyebab utama bergesernya posisi Mastantuono ke bangku cadangan secara permanen belakangan ini.
Meskipun Real Madrid telah mengikat Huijsen, Carreras, dan Mastantuono dengan kontrak jangka panjang hingga tahun 2030, tekanan untuk memberikan dampak instan tetap tidak terhindarkan. Klub secara finansial telah berkomitmen sebesar 171,2 juta euro, namun saat ini investasi tersebut masih berada di bawah bayang-bayang tuntutan hasil jangka pendek yang mendominasi atmosfer di Santiago Bernabeu.
Ikuti Ihram.co.id
