Ihram.co.id — Dominasi Ducati di MotoGP mendapat pukulan pada seri pembuka musim 2026 di Thailand. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, pabrikan asal Borgo Panigale itu gagal menempatkan satu pun pembalapnya di podium, sekaligus mengakhiri rekor impresif mereka dalam beberapa musim terakhir.
Direktur umum Ducati Corse, Luigi Dall’Igna, mengakui bahwa hasil di Sirkuit Chang International, Buriram, menjadi peringatan serius bagi timnya. Menurutnya, Ducati memang menghadapi sejumlah kendala yang harus segera diselesaikan jika ingin tetap bersaing dalam perebutan gelar musim ini.
Baca Juga: Francesco Bagnaia Masih Tak Percaya Rekor 88 Podium Ducati Terputus di MotoGP Thailand 2026
Rekor Panjang Ducati Akhirnya Terputus
MotoGP Thailand 2026 menjadi balapan yang sulit bagi Ducati. Setelah mencatat 88 balapan beruntun dengan setidaknya satu pembalap naik podium, rekor tersebut akhirnya terhenti di Buriram.
Tidak hanya itu, Ducati juga gagal menempatkan pembalapnya di lima besar, sesuatu yang jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pembalap VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, menjadi rider Ducati terbaik dengan finis di posisi keenam.
Sementara itu, sejumlah pembalap dari pabrikan lain justru tampil dominan. Aprilia menunjukkan performa kuat dengan beberapa rider mereka finis di posisi depan, menandai meningkatnya daya saing pabrikan Noale tersebut.
Dall’Igna Akui Ducati Tertinggal
Menanggapi hasil tersebut, Dall’Igna tidak menampik bahwa Ducati saat ini menghadapi tantangan baru. Ia menilai performa kompetitor, khususnya Aprilia, memang meningkat signifikan sejak akhir musim lalu hingga tes pramusim.
Dalam pernyataannya, Dall’Igna menegaskan bahwa Ducati tidak akan panik meski hasil di Thailand kurang memuaskan.
Menurutnya, musim MotoGP masih sangat panjang dan timnya akan segera menganalisis data untuk memperbaiki set-up motor Desmosedici agar para pembalap bisa kembali kompetitif di seri berikutnya.
Ia juga menilai bahwa periode penurunan performa merupakan hal yang wajar setelah bertahun-tahun Ducati mendominasi kejuaraan dengan beberapa pembalap berbeda.
Nasib Sial Marc Marquez di Buriram
Balapan di Thailand juga diwarnai nasib kurang beruntung bagi juara dunia bertahan, Marc Marquez, yang kini memperkuat tim pabrikan Ducati.
Pada Sprint Race sehari sebelumnya, Marquez sebenarnya berhasil finis pertama. Namun kemenangan tersebut harus dilepas setelah ia mendapat penalti karena manuver agresif terhadap pembalap KTM, Pedro Acosta, di lap-lap akhir.
Situasi semakin buruk saat balapan utama. Marquez sempat berada dalam posisi yang berpotensi meraih podium, tetapi harus gagal finis akibat ban belakang bocor, memupus peluang Ducati untuk mengakhiri balapan dengan hasil lebih baik.
Ducati Masih Optimistis Tatap Seri Berikutnya
Meski hasil di Buriram mengecewakan, Dall’Igna menegaskan Ducati belum kehilangan kepercayaan diri untuk kembali bersaing di papan atas.
Ia menilai satu balapan belum cukup untuk menggambarkan kekuatan sesungguhnya di musim ini. Dengan kalender MotoGP yang masih panjang dan karakter sirkuit yang beragam, Ducati diyakini masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi mereka dalam klasemen.
Baca Juga: Rekor Podium Ducati Terputus di MotoGP Thailand 2026, Marc Marquez: Tak Perlu Panik
Tim teknis Ducati kini fokus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa motor dan strategi balapan, dengan harapan Desmosedici bisa kembali menunjukkan kekuatannya pada seri-seri berikutnya.
MotoGP 2026 sendiri masih berada di tahap awal musim, sehingga persaingan antara Ducati, Aprilia, KTM, dan pabrikan lain diprediksi akan semakin ketat dalam beberapa putaran mendatang.
Ikuti Ihram.co.id
