Berikut rangkuman lima berita ekonomi teratas pada Kamis, 18 Juni 2026. Pilihan berita mencakup kebijakan suku bunga, kondisi perbankan, pendanaan infrastruktur, dan pergerakan harga komoditas.
Setiap poin memuat fakta utama yang diumumkan otoritas dan pelaku terkait sepanjang hari ini.
BI-Rate Naik Jadi 5,75%
Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pada 17–18 Juni 2026.
Gubernur Perry Warjiyo menyatakan kenaikan ini merupakan langkah untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan upaya preventif menjaga target inflasi. Dalam dua bulan terakhir, BI-Rate telah naik total 100 basis poin.
The Fed Tahan Suku Bunga, Hilangkan Sinyal Pelonggaran
Federal Reserve menahan suku bunga acuan pada kisaran 3,5%–3,75% dalam pertemuan FOMC pada Rabu (17/6/2026).
Pernyataan resmi lembaga itu menghapus sinyal pelonggaran (cutting bias) dan memberi ruang bagi potensi kenaikan di masa depan. Pertemuan ini merupakan debut Ketua The Fed baru, Kevin Warsh.
Kredit Perbankan Tumbuh 11,51% pada Mei 2026
Bank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit perbankan sebesar 11,51% secara tahunan (yoy) pada Mei 2026, meningkat dari 9,98% yoy pada bulan sebelumnya.
Gubernur Perry Warjiyo mengatakan tren pertumbuhan kredit tetap kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, dengan penguatan pada hampir seluruh jenis kredit kecuali kredit konsumsi.
AIIB Komitmen Pendanaan US$17 Miliar untuk Indonesia
Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) berkomitmen menyediakan pendanaan sebesar US$17 miliar untuk mendukung sejumlah proyek pembangunan di Indonesia pada periode 2025–2029.
Komitmen ini tercapai dalam pertemuan bilateral Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan pimpinan AIIB di Beijing pada Rabu (17/6/2026). Menurut Purbaya, dukungan tersebut diharapkan memperkuat kapasitas pembiayaan pembangunan nasional.
Harga Emas Dunia Melonjak
Harga emas dunia naik 0,92% ke level US$4.297,04 per ons troi pada perdagangan Kamis (18/6/2026) setelah tekanan sehari sebelumnya terkait sinyal hawkish The Fed.
Kenaikan terjadi bersamaan dengan meredanya ketidakpastian geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani kesepakatan sementara dengan Iran yang membuka kembali Selat Hormuz.
Ikuti Ihram.co.id
