— Sporting CP menghadapi tugas yang nyaris mustahil saat menjamu Bodo/Glimt dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (18/3/2026) dini hari WIB. Kekalahan telak 0-3 pada leg pertama di Norwegia memaksa klub berjuluk Leoes tersebut untuk mencetak setidaknya tiga gol tanpa balas hanya untuk memaksakan babak perpanjangan waktu.

Pertandingan ini akan menjadi ujian mental yang dramatis bagi publik Lisbon, mengingat beban sejarah dan target untuk menjaga mimpi Liga Champions tetap hidup. Pada pertemuan pertama di Norwegia, Sporting CP sebenarnya mendominasi penguasaan bola dengan 51%. Namun, mereka kesulitan menembus pertahanan rapat Bodo/Glimt.

Sebaliknya, tim asuhan Kjetil Knutsen tampil klinis dengan mencatatkan expected goals (xG) sebesar 2.46 dari hanya 10 tembakan. Gol penalti Sondre Fet pada menit ke-36, ditambah gol Ole Didrik Blomberg dan Kasper Hogh di babak kedua, memastikan kemenangan 3-0 bagi tim tuan rumah. Kemenangan tersebut mengukuhkan reputasi Bodo/Glimt sebagai tim kuda hitam yang mampu mengguncang kompetisi elite Eropa musim ini.

Sejarah dan Rekor Kandang Menjadi Harapan

Meskipun tertinggal agregat tiga gol, Sporting CP memiliki catatan sejarah yang bisa menjadi inspirasi. Klub asal Lisbon itu pernah membalikkan defisit tiga gol di kompetisi Eropa saat mengalahkan Manchester United 5-0 pada musim 1963/64, setelah sebelumnya kalah 1-4 di leg pertama.

Selain itu, Sporting CP memiliki rekor kandang yang sangat impresif di Stadion Jose Alvalade. Mereka memenangi 17 dari 18 pertandingan terakhir di kandang di semua kompetisi, dengan 10 kemenangan di antaranya diraih dengan selisih minimal tiga gol. Catatan ini, ditambah dengan dukungan penuh dari para penggemar, diharapkan dapat memberikan energi tambahan bagi tim untuk membalikkan keadaan.

Pertandingan leg pertama menjadi pertemuan perdana kedua tim di kompetisi Eropa. Hasil tersebut memberi keunggulan besar bagi Bodo/Glimt, namun atmosfer kandang Sporting CP diperkirakan akan memberikan warna yang berbeda pada leg kedua ini. Tim asuhan Rui Borges juga datang ke laga ini dengan kondisi relatif segar setelah pertandingan liga akhir pekan melawan CD Tondela ditunda, memberikan waktu istirahat tambahan bagi para pemain.

Kondisi Skuad dan Taktik Pertandingan

Sporting CP diprediksi akan tampil menyerang total sejak menit awal pertandingan. Kembalinya Maximiliano Araujo dan Pedro Goncalves setelah menjalani skorsing menjadi tambahan kekuatan bagi lini serang tim. Luis Suárez, yang telah mengoleksi empat gol di kompetisi ini, akan menjadi tumpuan utama, didukung oleh kreativitas Francisco Trincão. Namun, Sporting CP masih harus kehilangan Fotis Ioannidis, Ricardo Mangas, dan Geovany Quenda karena cedera.

Di sisi lain, Bodo/Glimt datang dengan kepercayaan diri tinggi, didukung oleh tren lima kemenangan beruntun di Liga Champions. Tim asuhan Kjetil Knutsen akan mengandalkan kecepatan Jens Petter Hauge dalam skema serangan balik untuk mencoba mengakhiri perlawanan Sporting CP lebih cepat. Meskipun memiliki keunggulan agregat, Bodo/Glimt tidak akan bermain pragmatis dan berpotensi memanfaatkan celah yang ditinggalkan oleh Sporting CP yang bermain terbuka. Kedisiplinan Bodo/Glimt dalam bertahan, yang teruji saat menyingkirkan Inter Milan, menjadi modal kuat bagi mereka.

Prediksi Jalannya Laga

Sporting CP diprediksi akan mengurung pertahanan lawan sejak peluit pertama dibunyikan. Intensitas high pressing dan garis pertahanan yang lebih tinggi kemungkinan akan diterapkan oleh tim tuan rumah untuk mencetak gol cepat dan membuka momentum. Namun, pendekatan ini berisiko membuka celah di belakang, terutama saat kehilangan bola dalam fase build-up, yang bisa dimanfaatkan oleh Bodo/Glimt melalui serangan balik cepat.

Pertandingan ini diperkirakan akan berjalan terbuka dengan kedua tim saling jual beli serangan. Meskipun Sporting CP berjuang keras untuk mengejar ketertinggalan, efektivitas serangan balik Bodo/Glimt bisa menjadi penentu. Media Indonesia memprediksi Sporting CP akan menang 2-1 atas Bodo/Glimt, namun tim tamu tetap lolos dengan agregat 4-2.