— Gelandang Real Madrid, Aurélien Tchouaméni, memberikan pandangannya mengenai perbedaan intensitas latihan fisik di bawah asuhan pelatih fisik Antonio Pintus dibandingkan dengan metode yang diterapkan oleh pelatih sebelumnya. Tchouaméni menyatakan bahwa ada perbedaan dalam pendekatan latihan fisik yang dijalani tim raksasa Spanyol tersebut.

Dalam sebuah wawancara, Tchouaméni ditanyai mengenai perbandingan antara metode latihan fisik yang diterapkan oleh Xabi Alonso dan Alvaro Arbeloa, yang kini didukung oleh Antonio Pintus sebagai pelatih fisik. Tchouaméni menyatakan, “Seperti yang saya katakan, kami bekerja dengan sangat baik bersama Xabi Alonso dan metodologinya. Sekarang dengan Arbeloa dan Pintus, kami bekerja secara berbeda. Kami berharap bisa terus seperti ini,” tambah gelandang asal Prancis itu.

Pernyataannya mengindikasikan adanya perubahan nyata dalam rutinitas latihan fisik sejak kembalinya Antonio Pintus ke dalam staf kepelatihan.

Metode Latihan Pintus yang Intens

Antonio Pintus dikenal luas karena metode pelatihannya yang sangat menuntut dan berfokus pada peningkatan kebugaran fisik pemain secara maksimal. Keberadaannya kembali di Real Madrid, terutama di bawah kepelatihan Alvaro Arbeloa, menandai kembalinya intensitas tinggi dalam sesi latihan tim.

Pintus sebelumnya telah terbukti berhasil meningkatkan performa fisik pemain Real Madrid, yang berkontribusi pada kesuksesan klub di masa lalu, termasuk raihan tiga trofi Liga Champions berturut-turut di bawah Zinedine Zidane.

Metode Pintus sering kali melibatkan tes fisik yang ketat, termasuk penggunaan masker khusus untuk mensimulasikan latihan di ketinggian (hipoksia) atau mengukur kapasitas aerobik dan anaerobik pemain.

Tes ini bertujuan untuk mempersonalisasi program latihan, mengoptimalkan daya tahan, dan memastikan setiap pemain berada dalam kondisi puncak saat dibutuhkan. Data yang dikumpulkan dari tes ini memungkinkan staf pelatih untuk menyesuaikan beban latihan, apakah pemain masih membutuhkan dasar lari intensitas rendah atau bisa beralih ke latihan yang lebih cepat dan intens.

Perbandingan dengan Era Sebelumnya

Pernyataan Tchouaméni secara implisit menyoroti perbedaan mendasar antara pendekatan latihan fisik yang diterapkan oleh Xabi Alonso dan Antonio Pintus. Meskipun Tchouaméni mengakui bahwa metode Alonso efektif, ia menekankan bahwa era saat ini di bawah Pintus menghadirkan metodologi yang berbeda.

Hal ini sejalan dengan laporan yang menyebutkan bahwa kembalinya Pintus bertujuan untuk meningkatkan kondisi fisik tim yang sebelumnya dianggap kurang memuaskan di akhir pertandingan.

Kembalinya Pintus ke Real Madrid pada paruh kedua tahun 2021, setelah sempat tidak masuk dalam staf pelatih di musim 2020-2021, dikaitkan dengan upaya klub untuk mengatasi masalah cedera dan meningkatkan stamina pemain.

Pintus dikenal sebagai pelatih fisik yang disiplin dan cermat dalam perhitungannya untuk mencegah cedera akibat latihan berlebihan, namun tetap mendorong pemain mencapai batas maksimal mereka.

Fokus pada Kebugaran Individu

Salah satu aspek kunci dari metode Pintus adalah personalisasi latihan. Dengan teknologi seperti masker K5 yang digunakan untuk mengukur kapasitas pernapasan dan efisiensi aerobik, Pintus dapat menganalisis data setiap pemain secara individual.

Hal ini memungkinkan penyesuaian program latihan agar sesuai dengan kondisi fisik spesifik masing-masing pemain. Pemain seperti Vinícius Jr. dikabarkan menjalani rencana kebugaran personal di bawah pengawasan Pintus untuk mencapai tingkat kebugaran optimal.

Bahkan pemain muda seperti Arda Güler dilaporkan menunjukkan hasil terbaik dalam tes fisik yang dirancang oleh Pintus, menggarisbawahi bahwa peningkatan fisik tidak hanya terbatas pada pemain senior tetapi juga menjadi fokus bagi talenta muda.

Hal ini menunjukkan komitmen Pintus untuk memastikan seluruh skuad berada dalam kondisi fisik terbaik, terlepas dari usia atau status mereka di tim.

Perbedaan intensitas dan metodologi latihan yang disoroti oleh Tchouaméni ini menjadi gambaran penting mengenai bagaimana Real Madrid terus berupaya mengoptimalkan performa fisik para pemainnya demi menghadapi kompetisi yang semakin ketat di berbagai ajang.

Pendekatan yang lebih terpersonalisasi dan intensif di bawah arahan Antonio Pintus diharapkan dapat membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi performa tim di lapangan.