Real Madrid dan Xabi Alonso resmi mengakhiri kerja sama pada Senin (12/1/2026) menyusul kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol. Keputusan ini disebut dipicu oleh ketidakharmonisan hubungan antara Alonso dengan sejumlah pemain bintang di ruang ganti Los Blancos.

Ketidakharmonisan di Ruang Ganti

Suasana ruang ganti yang tidak kondusif menjadi faktor utama di balik perpisahan singkat ini. Hubungan Alonso dengan beberapa pemain pilar, termasuk Vinicius Junior, dilaporkan merenggang dalam beberapa bulan terakhir.

Laporan dari Cadena SER menyebutkan bahwa terdapat tujuh pemain tim utama yang melayangkan keluhan langsung kepada Presiden Real Madrid, Florentino Perez, serta jajaran direktur klub.

Keluhan tersebut disampaikan baik secara langsung maupun tidak langsung sejak November lalu.

Penurunan Performa Tim

Staf pelatih Xabi Alonso dikabarkan sudah mengetahui adanya mosi tidak percaya dari para pemain tersebut sejak akhir tahun lalu.

Meski identitas ketujuh pemain tidak diungkap secara rinci, beberapa di antaranya merupakan pemain reguler dalam starting eleven Madrid.

Karier Alonso di Santiago Bernabeu hanya bertahan selama tujuh bulan sejak ditunjuk pada awal musim. Padahal, ia sempat membawa Madrid unggul empat poin di puncak klasemen Liga Spanyol setelah memenangi laga El Clasico pada Oktober lalu.

Statistik dan Dampak Kekalahan

Performa Kylian Mbappe dan kawan-kawan mengalami penurunan signifikan setelah periode positif di awal musim.

Saat ini, Real Madrid justru tertinggal empat poin dari rival abadi mereka, Barcelona, di tabel klasemen sementara Liga Spanyol.

Kekalahan di final Piala Super Spanyol menjadi titik puncak yang mempercepat keputusan manajemen untuk berpisah dengan Alonso.

Di sisi lain, dalam dinamika skuad terbaru, Real Madrid juga telah meminjamkan Endrick ke klub Prancis, Lyon, hingga akhir musim ini.