— Thiago Pitarch telah mencatatkan namanya dalam sejarah Real Madrid setelah tampil sebagai starter termuda klub di babak gugur Liga Champions. Pemain berusia 18 tahun 220 hari itu mendapat kepercayaan penuh dari pelatih Carlo Ancelotti untuk mengisi lini tengah dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar melawan Manchester City pada Rabu malam (11 Maret 2026). Keputusan ini menempatkannya di atas rekor sebelumnya yang dipegang oleh Vinicius Junior.

Pencapaian Pitarch ini menjadikannya pemain Spanyol termuda yang pernah memulai pertandingan di fase gugur kompetisi antarklub paling prestisius di Eropa tersebut untuk raksasa Spanyol itu. Usianya yang masih sangat belia, namun sudah mampu menembus skuad utama dan mendapatkan kesempatan bermain di panggung sebesar Liga Champions, menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh gelandang muda ini.

Performa Mengesankan dan Kepercayaan Pelatih

Pitarch tampil dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan Real Madrid 0-3 dari Manchester City. Meskipun hasil tim tidak memuaskan, penampilan individu Pitarch tetap menjadi sorotan. Ia bermain di lini tengah bersama Aurélien Tchouaméni dan menunjukkan ketenangan serta visi bermain yang baik sepanjang pertandingan. Ia ditarik keluar pada seperempat jam terakhir dan digantikan oleh Manuel Angel Moran.

Sebelumnya, Pitarch juga telah dipercaya tampil sebagai starter dalam dua pertandingan terakhir Real Madrid di LaLiga. Kepercayaan yang diberikan oleh pelatih, baik di liga domestik maupun di Liga Champions, menegaskan bahwa ia merupakan salah satu prospek paling menjanjikan yang muncul dari akademi Real Madrid, yang dikenal sebagai La Fábrica. Pelatih Álvaro Arbeloa, yang sebelumnya menangani tim junior, disebut-sebut sebagai salah satu yang berperan penting dalam percepatan perkembangannya.

Memecahkan Rekor Vinicius Junior

Dengan usianya saat ini, Thiago Pitarch tercatat sebagai starter termuda kedua Real Madrid di babak gugur Liga Champions. Rekor starter termuda masih dipegang oleh Vinicius Junior, yang memulai pertandingan melawan Ajax pada 13 Februari 2019 pada usia 18 tahun 216 hari. Selisih usia antara Pitarch dan Vinicius hanya enam hari, menunjukkan betapa ketatnya persaingan untuk mencatatkan rekor di klub sebesar Real Madrid.

Sebelumnya, pemain muda seperti Endrick dan Franco Mastantuono juga pernah mencatatkan rekor usia muda di Real Madrid dalam ajang Liga Champions. Endrick menjadi starter termuda pada usia 18 tahun 73 hari pada Oktober 2024, sementara Mastantuono menjadi debutan termuda di era modern Liga Champions untuk Real Madrid pada usia 18 tahun 33 hari pada September 2025. Namun, Pitarch kini berhasil memecahkan rekor starter di babak gugur yang sebelumnya dipegang oleh Vinicius Junior.

Perjalanan Karier dan Potensi Masa Depan

Thiago Pitarch bergabung dengan akademi Real Madrid pada tahun 2023 setelah menimba ilmu di klub-klub junior seperti Atlético Madrid, Getafe, dan Leganés. Ia dikenal sebagai gelandang tengah yang dinamis, mampu mengontrol tempo permainan, dan memiliki akurasi distribusi bola yang baik. Meskipun lebih nyaman menggunakan kaki kanan, ia juga cakap menggunakan kaki kiri.

Potensi besar Pitarch tidak hanya diakui oleh Real Madrid, tetapi juga berpotensi menjadi aset berharga bagi tim nasional Spanyol. Gaya bermainnya dinilai dapat saling melengkapi dengan pemain muda Spanyol lainnya seperti Pedri. Jika terus berkembang, Pitarch diharapkan dapat mengikuti jejak para legenda akademi Real Madrid seperti Manolo Sanchís, Míchel, dan Guti, yang telah memberikan kontribusi besar bagi klub.

Debutnya di Liga Champions, terutama sebagai starter di fase gugur, merupakan langkah besar dalam kariernya. Keputusan pelatih untuk menurunkannya dalam pertandingan krusial melawan Manchester City menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap kemampuannya. Perjalanan karier Thiago Pitarch di Real Madrid baru saja dimulai, dan ia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu bintang masa depan klub ibu kota Spanyol tersebut.