Ihram.co.id — Insiden rasisme kembali mencoreng sepak bola Spanyol. Kali ini, Vinicius Junior menjadi sasaran hinaan tidak pantas dari sebagian suporter Albacete saat Real Madrid bertandang ke Stadion Carlos Belmonte dalam ajang Copa del Rey, Rabu (14/12026) malam. Meski laga berlangsung dengan tensi tinggi, perhatian publik justru tertuju pada nyanyian bernada rasis yang kembali diarahkan kepada winger asal Brasil tersebut.
Peristiwa ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk rekan setim Vinicius di Real Madrid. Salah satu suara paling lantang datang dari Thibaut Courtois. Walau tidak masuk dalam daftar pemain pertandingan, kiper asal Belgia itu menunjukkan solidaritas penuh dan kemarahannya terhadap tindakan yang ia sebut memalukan.
Vinicius Junior Kembali Jadi Target Rasisme
Mengutip laporan media Spanyol, sekelompok suporter Albacete dilaporkan melontarkan chant bernada rasis kepada Vinicius sebelum dan selama pertandingan. Ucapan tersebut kembali menggunakan hinaan yang sama seperti yang pernah terdengar di sejumlah stadion lain dalam beberapa musim terakhir.
Situasi ini semakin ironis karena Vinicius kembali dipercaya sebagai starter oleh pelatih Real Madrid. Alih-alih hanya fokus pada pertandingan, sang pemain harus menghadapi tekanan mental akibat perlakuan tidak manusiawi dari sebagian kecil penonton.
Courtois Murka dan Bersuara Lantang
Thibaut Courtois tidak tinggal diam. Melalui unggahan di Instagram Stories, ia menyampaikan kecaman keras terhadap para pelaku rasisme. “Cukup sudah rasisme! Ini memalukan,” tulis Courtois, sebuah pernyataan singkat namun penuh makna.
Reaksi Courtois mencerminkan frustrasi yang dirasakan banyak pemain dan penggemar sepak bola. Ia menegaskan bahwa rasisme bukan sekadar masalah individu, melainkan persoalan serius yang merusak nilai-nilai olahraga.
Dukungan dari La Liga dan Pihak Lain
Tak hanya Courtois, La Liga juga mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras aksi rasis tersebut. Otoritas liga menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi kebencian, baik di dalam maupun di luar stadion. Mereka juga menyatakan dukungan penuh kepada Vinicius Junior.
Agensi Vinicius, Roc Nation Sports, turut menyampaikan solidaritas. Dalam unggahan media sosial, mereka menulis pesan dukungan dan menekankan bahwa sepak bola harus berbenah agar kasus serupa tidak terus terulang.
Masalah Lama yang Tak Kunjung Usai
Insiden di Albacete menambah daftar panjang pengalaman pahit Vinicius di Spanyol. Sejak bergabung dengan Real Madrid, ia telah menjadi korban rasisme di berbagai stadion ternama, termasuk Mestalla, Metropolitano, Vallecas, hingga Montjuic.
Meski sejumlah pelaku telah dijatuhi hukuman dan beberapa klub dikenai sanksi, fakta bahwa kejadian serupa terus berulang menunjukkan bahwa masalah ini belum benar-benar terselesaikan. Upaya edukasi, penegakan hukum, dan sanksi tegas masih perlu ditingkatkan.
Luka yang Lebih Dalam dari Kekalahan
Real Madrid memang harus menerima hasil pahit di Copa del Rey. Namun, bagi Vinicius dan rekan-rekannya, luka akibat rasisme terasa jauh lebih menyakitkan daripada sekadar kekalahan di lapangan.
Kemarahan Courtois menjadi simbol bahwa para pemain mulai bersatu dan bersuara lebih keras. Insiden ini kembali menjadi pengingat bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang inklusif, bukan panggung bagi kebencian. Selama rasisme masih terjadi, perjuangan untuk menjadikan sepak bola sebagai olahraga yang adil dan manusiawi belum benar-benar selesai.
Ikuti Ihram.co.id
