Ihram.co.id — Pebalap asal Turki, Toprak Razgatlioglu, mengakui masih membutuhkan waktu untuk memahami karakter motor Yamaha V4 yang akan digunakannya pada musim MotoGP 2026. Adaptasi tersebut menjadi tantangan utama menjelang debutnya bersama Pramac Racing.
Razgatlioglu, yang merupakan tiga kali juara dunia Superbike World Championship (WSBK), menjalani tes pramusim pertamanya dengan motor MotoGP di Sepang. Namun, hasil pengujian belum sepenuhnya memuaskan.
Baca Juga: Toprak Razgatlioglu Akui Tes Sepang 2026 Sulit, Prediksi Lima Balapan Pertama Menantang
Akui Masih Dalam Fase Belajar
Mantan bosnya di Kawasaki, Manuel Puccetti, mengungkapkan bahwa Razgatlioglu secara pribadi menyampaikan masih dalam tahap pembelajaran.
“Dia butuh waktu untuk memahami bagaimana mendapatkan performa maksimal dari motor ini. Dia sedang dalam fase belajar. Setelah memahami semuanya, dia akan menunjukkan potensi sebenarnya,” ujar Puccetti.
Menurutnya, peralihan dari motor Superbike ke prototipe MotoGP bukan hal sederhana. Banyak aspek teknis yang berbeda dan membutuhkan penyesuaian menyeluruh.
Kendala Teknis di Sepang
Tes di Sepang tidak berjalan mulus bagi Yamaha. Pabrikan Jepang tersebut mengalami kendala mesin hingga harus menghentikan aktivitas pada salah satu hari pengujian.
Selain itu, Razgatlioglu juga menghadapi tantangan ergonomi. Postur tubuhnya membuat konfigurasi aerodinamika motor sempat melanggar batas regulasi tinggi maksimum. Tim akhirnya melepas winglet belakang untuk memastikan motor tetap sesuai aturan teknis.
Situasi tersebut membuat proses adaptasi menjadi semakin kompleks, terutama bagi pebalap yang belum pernah mengendarai motor berkonfigurasi mesin V4 sebelumnya.
Perbedaan Signifikan dengan WSBK
Motor MotoGP memiliki sistem elektronik lebih kompleks, penggunaan rem karbon, serta karakter ban yang berbeda dari WSBK. Gaya balap agresif khas Razgatlioglu—yang mengandalkan pengereman keras—perlu disesuaikan dengan karakter Yamaha V4.
Puccetti menilai ekspektasi publik terhadap anak didiknya terlalu tinggi. Ia meminta waktu setidaknya enam bulan agar Razgatlioglu benar-benar memahami motor dan lingkungan barunya.
Sejumlah pengamat juga menilai Yamaha masih dalam tahap pengembangan proyek mesin V4 dan belum berada di level teratas dibanding rival Eropa.
Target Realistis Musim Debut
Dengan kondisi tersebut, finis konsisten di zona poin pada seri-seri awal musim menjadi target yang lebih realistis dibanding langsung bersaing di podium.
Mantan prinsipal MotoGP, Livio Suppo, sebelumnya juga menyebut hampir mustahil bagi Razgatlioglu untuk langsung kompetitif di musim pertamanya.
Baca Juga: Livio Suppo Nilai Toprak Razgatlioglu Mustahil Bisa Langsung Kompetitif di MotoGP 2026
Meski demikian, potensi besar yang dimiliki Razgatlioglu tetap memberi harapan jangka panjang. Seiring pengembangan motor Yamaha dan peningkatan adaptasi, performanya diprediksi akan meningkat secara bertahap sepanjang musim 2026.
Musim debut ini pun dipandang sebagai fase penting dalam transisi kariernya dari dominasi Superbike menuju persaingan paling ketat di kelas premier.
Ikuti Ihram.co.id
