— Pembalap Turki Toprak Razgatlioglu menghadapi tantangan besar dalam proses adaptasi di MotoGP setelah diminta tim Pramac Racing mengubah gaya balapnya saat mengendarai motor Yamaha M1. Ia diminta mengerem lebih awal guna meningkatkan kecepatan saat memasuki tikungan dan akselerasi keluar tikungan.

Perubahan gaya balap tersebut menjadi bagian dari upaya Razgatlioglu menyesuaikan diri dengan karakter motor prototipe MotoGP yang berbeda signifikan dibanding motor yang sebelumnya ia gunakan di ajang World Superbike (WSBK).

Baca Juga: Jorge Lorenzo Prediksi Toprak Razgatlioglu Bisa Bersinar di MotoGP 2027

Adaptasi Sulit di Awal Karier MotoGP

Razgatlioglu memulai debut MotoGP 2026 setelah menandatangani kontrak dua tahun dengan proyek pabrikan Yamaha bersama Pramac. Namun perjalanan awalnya di kelas utama tidak berjalan mudah.

Ia mengalami kesulitan beradaptasi dengan karakter motor milik Yamaha Factory Racing, terutama terkait karakter pengereman dan performa awal motor. Perbedaan mendasar antara motor MotoGP dan motor WSBK membuat pembalap berusia 29 tahun itu harus mengubah pendekatan balap yang telah menjadi ciri khasnya.

Bos Yamaha, Paolo Pavesio, bahkan menilai masa “bulan madu” Razgatlioglu di MotoGP telah berakhir setelah sang pembalap menyadari karakter dasar motor M1 tidak sepenuhnya sesuai dengan preferensinya.

Diminta Mengerem Lebih Awal demi Kecepatan Tikungan

Salah satu tantangan terbesar Razgatlıoğlu terletak pada fase pengereman. Di WSBK, ia dikenal sebagai spesialis late braking dengan kemampuan mengerem sangat agresif di titik terakhir sebelum tikungan. Namun teknik tersebut sulit diterapkan pada motor Yamaha M1.

Tim Pramac melihat kemampuan pengereman ekstrem Razgatlioglu sejak tes awal di Valencia pada November lalu dan uji coba Sepang pada Februari. Meski memuji kekuatannya dalam pengereman, tim meminta pendekatan berbeda agar performa motor lebih optimal.

Razgatlıoğlu mengungkapkan timnya meminta perubahan gaya balap.

“Tim selalu mengatakan saya sudah sangat kuat saat pengereman. Mereka meminta saya mengerem sedikit lebih awal dan fokus pada kecepatan tikungan serta akselerasi keluar tikungan,” ujarnya.

Ia menegaskan perubahan gaya balap bukan hal mudah, tetapi tetap berkomitmen untuk beradaptasi.

“Tidak mudah mengubah gaya saya, tapi saya terus bekerja. Saya terbuka untuk belajar dan tahu harus berubah, hanya saja saya butuh waktu,” katanya.

Yamaha dan Pramac Uji Solusi Teknis

Selain perubahan teknik balap, Yamaha dan Pramac juga mencoba berbagai solusi teknis untuk membantu adaptasi pembalap asal Alanya tersebut. Salah satunya melalui pengembangan setang baru guna menyesuaikan posisi berkendara.

Setang bergaya World Superbike sempat diuji pada tes Sepang setelah Razgatlioglu menilai posisi berkendara menjadi perbedaan terbesar dibanding pengalaman sebelumnya. Namun penggunaan setang lebih tinggi justru berdampak negatif karena mengurangi performa saat menikung.

Untuk tes MotoGP di Buriram, Thailand, ia memutuskan kembali menggunakan setelan lama seperti yang digunakan pada tes Valencia, termasuk setang lebih rendah dan posisi jok lebih rendah.

Menurutnya, setelan tersebut memberikan kontrol lebih baik terhadap motor.

“Kami belum menemukan peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Saya akan kembali ke setelan lama dengan setang lebih rendah. Dengan setang tinggi saya kehilangan banyak performa,” ujarnya.

Baca Juga: Toprak Razgatlioglu Akui Butuh Waktu Pahami Karakter Yamaha V4 Jelang MotoGP 2026

Adaptasi Jadi Kunci Performa di MotoGP

Kehadiran Razgatlioglu di MotoGP menjadi sorotan karena ia datang dengan reputasi besar sebagai juara dunia World Superbike. Namun perbedaan karakter motor prototipe MotoGP menuntut perubahan signifikan dalam teknik dan pendekatan balap.

Kemampuan menyesuaikan gaya pengereman serta memahami karakter Yamaha M1 akan menjadi faktor penting bagi performanya di musim debut. Yamaha dan Pramac berharap pembalap Turki tersebut mampu menemukan ritme terbaiknya seiring waktu dan pengalaman di kelas utama.