Ihram.co.id — Pembalap Turki Toprak Razgatlioglu menilai gaya balap Nicolo Bulega dinilai lebih cocok dengan karakter lintasan Sepang. Menurut juara dunia World Superbike (WorldSBK) tersebut, keunggulan Bulega dalam melibas tikungan panjang berpotensi membuatnya tampil lebih kompetitif di sirkuit Malaysia.
Pernyataan itu disampaikan Razgatlioglu setelah menjalani tes pramusim MotoGP di Sepang International Circuit. Dalam tes tersebut, ia mengaku belum sepenuhnya puas dengan performanya setelah tertinggal sekitar 1,9 detik dari pembalap terdepan.
“Saya pikir jika dia datang ke MotoGP, terutama di trek ini, dia bisa tampil jauh lebih baik karena sirkuit ini sangat sesuai dengan gaya balapnya,” ujar Razgatlioglu.
Ia menjelaskan bahwa Bulega dikenal sangat cepat di tikungan panjang, sementara dirinya memiliki pendekatan berbeda yang lebih mengandalkan pengereman keras sebelum kembali berakselerasi.
Baca Juga: Toprak Razgatlioglu Akui Tes Sepang 2026 Sulit, Prediksi Lima Balapan Pertama Menantang
Perbedaan Gaya Balap Jadi Faktor Penentu
Razgatlioglu mengungkapkan bahwa gaya balapnya selama ini terbentuk dari karakter balap Superbike yang menekankan teknik “stop and go” atau pola lintasan berbentuk huruf V—menghentikan motor secara agresif sebelum keluar tikungan dengan akselerasi maksimal.
Pendekatan tersebut dipengaruhi oleh gaya balap legenda WorldSBK, Jonathan Rea, yang menjadi referensi Razgatlioglu sejak awal kariernya di ajang tersebut.
Menurutnya, strategi tersebut terbukti sangat efektif di Superbike, tetapi karakter motor MotoGP menuntut gaya berbeda, terutama dalam menjaga kecepatan saat melewati tikungan.
“Di Superbike gaya itu bekerja sangat baik, tetapi di MotoGP kami harus mengubah gaya balap,” kata Razgatlioglu.
Karakter Sepang yang memiliki banyak tikungan panjang dan sektor mengalir membuat gaya balap yang mengandalkan corner speed dinilai lebih efektif dibanding pendekatan pengereman agresif.
Adaptasi Motor Yamaha V4 Masih Berlangsung
Pembalap berusia 29 tahun itu juga mengakui masih dalam tahap adaptasi dengan motor Yamaha bermesin V4 terbaru. Ia menyebut kekuatannya saat pengereman tetap menjadi keunggulan utama, tetapi masih menghadapi kendala dalam menjaga kecepatan di tengah tikungan.
Selain itu, masalah wheelspin saat keluar tikungan juga menjadi tantangan yang perlu diatasi sebelum tampil kompetitif di kelas utama.
Musim 2026 menjadi langkah besar dalam karier Razgatlioglu setelah ia dipastikan naik ke MotoGP bersama tim Pramac Yamaha usai meraih gelar juara dunia Superbike World Championship.
Baca Juga: Toprak Razgatlioglu Hadapi Tantangan Ban Michelin di MotoGP 2026, Miller Beri Penjelasan
Nicolo Bulega Berpotensi Tampil di MotoGP
Sementara itu, Nicolo Bulega lebih dulu mencicipi pengalaman balapan di kelas utama. Pembalap Italia tersebut sempat menggantikan Marc Marquez yang cedera pada dua seri MotoGP musim lalu di Portimao dan Valencia, dengan hasil finis posisi ke-15 pada kedua balapan.
Bulega saat ini kembali fokus menjalani musim WorldSBK bersama Ducati yang akan dimulai di Phillip Island. Ia juga dijadwalkan mengikuti program tes MotoGP Ducati sebagai bagian dari persiapan menuju peluang kursi balap reguler pada musim 2027.
Sebelumnya, Bulega merupakan juara World Supersport 2023 setelah menjalani tiga musim di Moto2. Ia kemudian naik ke WorldSBK dan berhasil finis sebagai runner-up di belakang Razgatlioglu dalam dua musim terakhir.
Regulasi Baru MotoGP 2027 Bisa Jadi Penentu
MotoGP akan memasuki era baru pada 2027 dengan penggunaan mesin 850cc dan pemasok ban tunggal Pirelli. Perubahan regulasi tersebut diperkirakan akan meningkatkan pentingnya kecepatan saat menikung, yang berpotensi menguntungkan pembalap dengan karakter balap seperti Bulega.
Meski demikian, belum diketahui sejauh mana karakter ban MotoGP 2027 akan menyerupai spesifikasi ban yang digunakan di WorldSBK saat ini.
Baca Juga: Jelang MotoGP 2026 Thailand: Marc Marquez Kejar Gelar, Toprak & Moreira Debut
Perbandingan gaya balap Razgatlioglu dan Bulega pun diperkirakan akan terus menjadi sorotan seiring perubahan besar yang akan terjadi di kelas utama balap motor dunia.
Ikuti Ihram.co.id
