— Union of European Football Associations (UEFA) secara resmi menolak pengaduan disiplin yang diajukan oleh klub Portugal, Benfica, terkait insiden yang melibatkan gelandang Real Madrid, Fede Valverde, dalam pertandingan leg pertama babak play-off Liga Champions. Keputusan ini membuat Valverde terbebas dari potensi sanksi hukuman.

Benfica mengajukan pengaduan tersebut setelah insiden pada menit ke-83 pertandingan leg pertama yang berlangsung di Estádio da Luz. Klub asal Lisbon itu meyakini bahwa Valverde melakukan ‘perilaku kekerasan’ terhadap bek sayap Samuel Dahl. Namun, wasit pertandingan saat itu tidak menganggap insiden tersebut sebagai pelanggaran, dan intervensi dari Video Assistant Referee (VAR) juga tidak dilakukan.

Benfica Kecewa dengan Keputusan UEFA

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa (24/2/2026), Benfica mengungkapkan kekecewaannya atas keputusan UEFA. Klub tersebut merasa bukti visual yang ada sudah cukup jelas menunjukkan adanya penyerangan terhadap Samuel Dahl, namun UEFA memutuskan untuk tidak melanjutkan tindakan disiplin apa pun terhadap Valverde.

“Sport Lisboa e Benfica telah diberitahu oleh UEFA bahwa pengaduan yang diajukan oleh Klub terkait insiden yang melibatkan pemain Real Madrid, Fede Valverde, telah dibatalkan,” bunyi pernyataan resmi Benfica. Klub tersebut menyesalkan keputusan tersebut, mengingat mereka meyakini insiden itu seharusnya berujung pada kartu merah.

“Benfica menyesalkan bahwa, mengingat bukti yang jelas dalam gambar yang menunjukkan penyerangan terhadap pemain Benfica Samuel Dahl, UEFA telah memutuskan untuk tidak melanjutkan tindakan disiplin apa pun. Tanpa ragu, ini adalah situasi kartu merah yang tidak diberikan sanksi selama pertandingan, dan dengan pengusiran ini, tidak ada alasan untuk memberikan hukuman lebih lanjut,” tambah pernyataan tersebut.

Kronologi Insiden dan Pengajuan Pengaduan

Insiden yang dipermasalahkan terjadi ketika Valverde terlihat mengayunkan tangannya ke arah Samuel Dahl di sisi lapangan, saat keduanya tidak sedang memperebutkan bola. Meskipun beberapa pihak, termasuk analis wasit dari media Spanyol AS, menilai tindakan tersebut layak mendapat kartu merah, keputusan di lapangan tidak demikian. Wasit François Letexier tidak memberikan kartu apa pun, dan VAR juga tidak melakukan intervensi.

Benfica berharap Komite Disiplin UEFA dapat memberikan keputusan sebelum leg kedua dimainkan. Pengajuan pengaduan ini dilakukan setelah terjadinya insiden kontroversial lain dalam pertandingan yang sama, yaitu dugaan pelecehan rasial terhadap pemain Real Madrid, Vinícius Júnior, oleh pemain Benfica, Gianluca Prestianni. Investigasi terpisah atas insiden tersebut juga tengah berlangsung.

Dampak Keputusan UEFA

Dengan ditolaknya pengaduan Benfica, Fede Valverde dipastikan dapat memperkuat Real Madrid pada pertandingan leg kedua melawan Benfica yang akan digelar di Santiago Bernabéu. Keputusan ini menjadi angin segar bagi tim asuhan pelatih Real Madrid tersebut, yang sedang dalam tekanan untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar Liga Champions.

Penolakan pengaduan ini mengindikasikan bahwa UEFA cenderung untuk tidak melakukan peninjauan kembali atau memberikan hukuman retrospektif atas insiden yang tidak mendapatkan perhatian signifikan dari tim wasit di lapangan, kecuali ada bukti yang sangat kuat dan jelas mengenai pelanggaran berat. Keputusan ini menegaskan prinsip bahwa apa yang sudah diputuskan di lapangan oleh wasit, cenderung dihormati oleh badan disiplin kecuali dalam kasus-kasus luar biasa.