Ihram.co.id — Xiaomi mengeluarkan peringatan resmi kepada pengguna Redmi Note 13 Pro dan POCO M6 Pro terkait risiko serius saat melakukan pembaruan ke Android 16 berbasis HyperOS 3. Perusahaan mengonfirmasi bahwa update tersebut dapat menyebabkan perangkat gagal menyala atau mengalami bootloop pada unit tertentu.
Masalah ini terutama terjadi pada perangkat yang berasal dari pasar China namun menggunakan Global ROM tidak resmi, yang kerap beredar melalui jalur impor abu-abu.
Update Android 16 Picu Gagal Boot pada Perangkat Tertentu

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui kanal resmi Xiaomi, perusahaan menyebutkan adanya kasus “Android 16 (W) OTA update failed” yang menimpa Redmi Note 13 Pro dan POCO M6 Pro dengan versi sistem tertentu. Setelah pembaruan dipasang, perangkat tidak dapat melewati proses verifikasi modem saat booting sehingga gagal masuk ke sistem.
Xiaomi menjelaskan bahwa kegagalan tersebut berkaitan dengan data NV modem yang terdeteksi rusak oleh sistem keamanan terbaru HyperOS 3. Kondisi ini membuat perangkat tidak dapat melanjutkan proses startup secara normal.
Xiaomi menegaskan bahwa unit yang terdampak umumnya merupakan perangkat versi China yang telah dimodifikasi oleh pihak penjual agar dapat menjalankan Global ROM tanpa prosedur resmi seperti unlock bootloader. Praktik ini menyebabkan ketidaksesuaian data sistem yang baru terdeteksi setelah peningkatan keamanan di Android 16.
Dengan HyperOS 3, Xiaomi disebut menerapkan pemeriksaan sistem yang jauh lebih ketat untuk mencegah penggunaan perangkat dengan konfigurasi tidak resmi. Akibatnya, perangkat hasil modifikasi tersebut langsung diblokir saat proses boot.
Tidak Ada Patch Resmi untuk Perangkat Impor Abu-abu
Xiaomi memastikan tidak akan merilis pembaruan perbaikan atau patch untuk kasus ini. Perusahaan menyatakan bahwa perangkat yang tidak dibeli melalui jalur resmi dianggap sebagai unit dengan modifikasi tidak sah, sehingga tidak termasuk dalam cakupan dukungan software.
Dalam pernyataannya, Xiaomi menyebut bahwa kerusakan data modem pada perangkat tersebut tidak dapat diperbaiki melalui pembaruan sistem, sehingga pengguna tidak disarankan untuk melanjutkan update Android 16.
Masih Bisa Kembali ke HyperOS Versi Lama
Bagi pengguna yang sudah terlanjur melakukan update dan mengalami bootloop, masih ada kemungkinan perangkat kembali menyala. Xiaomi menyebut bahwa setelah beberapa kali gagal boot, sistem dapat secara otomatis melakukan rollback ke HyperOS 2.2.
Namun, setelah berhasil kembali ke versi sebelumnya, pengguna disarankan untuk menonaktifkan pembaruan otomatis dan tidak mencoba memperbarui sistem ke Android 16 kembali.
Xiaomi mengimbau pengguna untuk memastikan status keaslian perangkat sebelum memasang pembaruan besar. Pengguna yang membeli ponsel dari distributor tidak resmi atau dengan harga jauh di bawah pasaran disarankan mengecek versi ROM dan menunda update Android 16.
Dengan kebijakan ini, Xiaomi menegaskan komitmennya untuk membatasi peredaran perangkat impor abu-abu sekaligus menjaga stabilitas ekosistem HyperOS di perangkat resmi.
Ikuti Ihram.co.id
