— Masa depan karier Marc Marquez di ajang MotoGP kembali menjadi perbincangan hangat. Pembalap asal Spanyol itu mengungkapkan bahwa ia hanya akan pensiun ketika tidak lagi mampu memenangkan balapan, di tengah sorotan terhadap faktor usia dan riwayat cedera panjang yang terus menghantuinya.

Spekulasi mengenai masa depan Marquez mulai menguat sejak ia mengalami cedera lengan serius pada musim 2020 di Jerez. Insiden tersebut memaksanya menjalani beberapa operasi akibat komplikasi selama proses pemulihan.

Keputusan kembali balapan terlalu cepat setelah kecelakaan itu justru memperparah kondisi fisiknya. Situasi semakin sulit ketika performa motor Honda RC213V mengalami penurunan daya saing, membuat Marquez beberapa kali mengalami kecelakaan berat dalam periode tersebut.

Baca Juga: Andrea Dovizioso Prediksi Marc Marquez Tak Akan Dominan di MotoGP 2026

Sejumlah pengamat bahkan sempat memprediksi pembalap berjuluk “The Ant of Cervera” itu akan pensiun pada 2023 setelah lima kali terjatuh dalam satu akhir pekan Grand Prix Jerman. Namun, Marquez justru memilih langkah besar dengan meninggalkan Honda.

Ia kemudian bergabung dengan tim satelit Ducati, Gresini Racing, yang menjadi titik balik kebangkitannya sebelum akhirnya meraih gelar juara dunia MotoGP 2025 bersama tim pabrikan Ducati.

Kecelakaan Terbaru Picu Spekulasi Pensiun

Meski kembali kompetitif, kecelakaan yang dialami Marquez di Indonesia pada 2025 kembali memunculkan pertanyaan soal masa depannya. Ia dilaporkan belum pulih sepenuhnya dari cedera bahu akibat insiden tersebut.

Pada pengujian pramusim di Buriram, Marquez juga mengakui pemulihan fisiknya belum berjalan sesuai harapan setelah mengalami tiga kali kecelakaan. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa faktor fisik akan menjadi penentu utama kelanjutan kariernya.

Pengamat MotoGP menilai kombinasi usia dan riwayat cedera membuat risiko cedera lanjutan semakin besar, terutama di tengah persaingan yang semakin ketat.

Baca Juga: Marc Marquez Akhiri Tes Buriram Lebih Awal Usai Crash Ketiga, Tapi Optimis Hadapi Musim Baru

Syarat Pensiun: Saat Tak Lagi Bisa Menang

Marquez secara terbuka menegaskan bahwa indikator utama pensiunnya adalah performa di lintasan.

Ia menyatakan akan mengakhiri karier ketika merasa tidak lagi mampu memenangkan balapan atau bersaing di level tertinggi MotoGP. Selama masih kompetitif dan mampu meraih kemenangan, pembalap berusia 33 tahun itu menegaskan akan terus balapan.

Pernyataan tersebut menegaskan ambisi besar Marquez yang masih menjadikan kemenangan sebagai tolok ukur utama, bukan sekadar usia atau tekanan eksternal.

Faktor Alex Marquez dan Motivasi Bertahan

Selain faktor performa, keberadaan sang adik, Alex Marquez, juga disebut menjadi salah satu motivasi yang membuat Marquez bertahan lebih lama di MotoGP.

Pengamat MotoGP Simon Patterson menilai performa kompetitif Alex yang mampu meraih kemenangan dan tetap menjadi penantang kuat membuat Marc memiliki dorongan tambahan untuk terus bersaing di lintasan.

Selama Alex masih aktif, lebih muda, dan kompetitif, Marc dinilai akan lebih sulit mengambil keputusan untuk pensiun.

Regulasi Baru MotoGP Bisa Jadi Penentu

Perubahan besar di MotoGP mulai 2027 juga berpotensi memengaruhi masa depan Marquez. Kejuaraan akan mengalami sejumlah transformasi penting, termasuk:

  • Perombakan regulasi teknis secara besar-besaran
  • Pergantian produsen ban
  • Perubahan besar dalam kontrak pembalap dan tim

Perubahan tersebut dapat mengubah peta persaingan secara signifikan dan berpotensi mempercepat momen ketika Marquez tidak lagi dominan.

Baca Juga: Marc Marquez Ungkap Alasan Tunda Negosiasi Kontrak Baru Ducati, Cedera Jadi Faktor Utama

Untuk saat ini, Marc Marquez masih menjadi salah satu tolok ukur utama di MotoGP dan tetap menjadi pembalap yang harus dikalahkan. Namun kombinasi faktor usia, cedera berulang, serta persaingan dari generasi pembalap muda membuat masa depannya tetap menjadi perhatian besar.

Dengan komitmen hanya pensiun saat tak lagi mampu menang, perjalanan karier Marquez di MotoGP diperkirakan masih akan terus berlangsung — setidaknya selama ia tetap kompetitif di lintasan.