— Jakarta – Hasnaeni Moein, yang dikenal sebagai ‘Wanita Emas’, kembali menempuh upaya hukum luar biasa dengan mengajukan permohonan peninjauan kembali (PK) kedua terkait kasus korupsi dana PT Waskita Beton Precast Tbk periode 2016-2020. Langkah ini diambil demi meraih kebebasan dari vonis penjara yang dijatuhkan kepadanya.

Sebelumnya, Hasnaeni divonis 5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat pada Rabu, 3 September 2023. Ia juga dijatuhi denda Rp 500 juta subsider 2 bulan kurungan, serta kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 17.583.389.175 subsider 2 tahun kurungan. Direktur Utama PT Misi Mulia Metrical ini dinyatakan bersalah melakukan penyelewengan dana pada PT Waskita Beton Precast Tbk.

Upaya hukum luar biasa pertama berupa PK telah diajukan Hasnaeni pada Agustus 2024, namun ditolak oleh Mahkamah Agung (MA). Tidak patah arang, permohonan PK kedua kemudian didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Desember 2025.

“Benar bahwa kepaniteraan Pengadilan Tipikor Jakarta telah menerima permohonan PK kedua atas nama Hasnaeni terkait putusan 31/Pid.Sus-TPK/2023/PN.Jkt.Pst. Permohonan PK kedua itu didaftarkan pada 4 Desember 2025,” ujar juru bicara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Andi Saputra, dalam keterangannya pada Jumat (2/1/2026).

Jalani Sidang PK Kedua

Hasnaeni turut menghadiri sidang PK kedua yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pantauan pada Rabu (7/1/2026) pukul 11.12 WIB, Hasnaeni tiba dan tampak menunggu di kursi pengunjung sidang dengan mengenakan jas hitam dan kemeja putih. Ia dikawal ketat saat menuju ruang sidang.

“Semua sidang terbuka untuk umum, kecuali asusila dan anak,” tambah Andi Saputra.

Bawa Bukti Chat sebagai Novum

Dalam sidang tersebut, Hasnaeni membawa bukti baru atau novum berupa percakapan WhatsApp. Ia mengklaim bukti tersebut menunjukkan dirinya tidak bersalah dalam kasus korupsi ini.

“Novum yang kita ajukan bahwa itu sebenarnya bukan saya tidak memberikan proyek tersebut kepada anak perusahaan Waskita Karya. Nah, ini buktinya saya yang dijadikan bukti oleh JPU itu sendiri namun mereka tidak melakukan pekerjaan tersebut,” kata Hasnaeni Moein kepada awak media.

Ia menjelaskan bahwa novum tersebut baru ditemukan sekitar satu hingga dua bulan lalu. “Ketemulah novum baru tersebut bahwa bukan saya yang tidak memberikan proyek kepada mereka. Namun mereka sendiri selaku BOD baru yang membatalkan. Nah, ini bukti-bukti chatnya di sini di 5 Oktober 2020. Ketemulah novum ini,” tambahnya.

Berharap Dapat Keadilan

Hasnaeni mengungkapkan harapannya untuk memperoleh keadilan. Ia menegaskan tidak memiliki niat sedikit pun untuk mengambil uang negara.

“Jadi letak kesalahan saya mengambil uang negara dan sedikit pun di hati saya tidak terbesit di kepala saya untuk mencuri atau mengambil uang negara seperti itu,” ujarnya.