Wuling Motors untuk pertama kalinya memperkenalkan Wuling Eksion kepada publik Indonesia dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Meski sudah dipamerkan secara terbuka, SUV keluarga ini masih berada pada tahap pengenalan dan belum resmi dijual ke konsumen.

Kehadiran Wuling Eksion menjadi sinyal lanjutan strategi elektrifikasi Wuling di Indonesia, setelah sebelumnya menghadirkan berbagai model berbasis listrik dan hybrid. Eksion diproyeksikan mengisi segmen SUV keluarga berkonfigurasi tujuh penumpang dengan pilihan teknologi elektrifikasi yang lebih lengkap.

Baca Juga: Dari SUV hingga MPV, Ini Deretan Mobil Listrik Baru Resmi Meluncur di IIMS 2026

Vice President Wuling Motors, Arif Pramadana, mengungkapkan bahwa peluang Wuling Eksion untuk dipasarkan di Indonesia cukup besar. Namun, pihaknya masih melakukan survei pasar guna mematangkan keputusan terkait waktu peluncuran dan strategi penjualan.

“InshaAllah tahun ini (meluncur). Namun belum pasti waktunya, bisa kuartal satu atau kuartal dua. Saat ini Eksion masih tahap pengenalan di Indonesia,” ujar Arif saat ditemui di arena IIMS 2026, Senin (9/2/2026).

Ia menegaskan, masukan dari calon konsumen menjadi pertimbangan utama sebelum Wuling mengambil keputusan final terkait peluncuran resmi.

SUV 7-Seater dengan Opsi EV dan PHEV

Wuling Eksion ditawarkan dalam dua pilihan teknologi elektrifikasi, yakni Electric Vehicle (EV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Kombinasi tersebut menjadikannya salah satu SUV keluarga pertama di Indonesia yang hadir dengan dua opsi elektrifikasi dalam satu model.

Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian, mengatakan bahwa konfigurasi tujuh penumpang menjadi salah satu keunggulan utama Eksion, seiring kebutuhan keluarga Indonesia terhadap kendaraan berkapasitas besar.

“Yang pertama, Eksion hadir sebagai SUV 7-seater, sehingga bisa digunakan oleh keluarga menengah hingga keluarga besar. Yang kedua, kami membawa dua teknologi elektrifikasi, EV dan PHEV,” kata Ricky.

Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan fleksibilitas bagi konsumen dalam memilih teknologi yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh.

Desain dan Filosofi Nama

Secara desain, Wuling Eksion mengusung konsep Muscular Flowline dengan garis bodi tegas dan tampilan modern. Nama “Eksion” terinspirasi dari kata action, yang merepresentasikan semangat eksplorasi dan mobilitas aktif keluarga Indonesia.

Model ini juga melanjutkan penerapan Wuling Technology yang sebelumnya diperkenalkan pada lini Darion, sekaligus menegaskan konsistensi Wuling dalam pengembangan kendaraan ramah lingkungan.

Dari sisi ukuran, Wuling Eksion memiliki dimensi panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, dan tinggi 1.755 mm, yang menempatkannya di segmen SUV menengah dengan kabin luas dan fungsional.

Untuk varian EV, Wuling membekali Eksion dengan Magic Battery Pro yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 530 kilometer dalam sekali pengisian daya. Sementara versi PHEV mengombinasikan mesin bensin dan motor listrik berteknologi Ling Power, dengan total jarak tempuh mencapai lebih dari 1.000 kilometer saat baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh.

Baca Juga: Wuling Starlight 560 Resmi Meluncur, SUV 7-Seater dengan Mesin Bensin, Hybrid, hingga Listrik Mulai Rp145 Jutaan

Harga Masih Dirahasiakan

Hingga kini, Wuling belum mengungkapkan harga resmi Wuling Eksion. Ricky menyebutkan bahwa perusahaan masih menghimpun berbagai masukan dari pengunjung pameran dan calon konsumen untuk menentukan banderol yang sesuai dengan kondisi pasar Indonesia.

“Untuk harga dan informasi lebih lanjut, nanti akan kami sampaikan di kesempatan berikutnya,” ujarnya.

Dengan kombinasi konfigurasi tujuh penumpang, pilihan EV dan PHEV, serta klaim jarak tempuh yang kompetitif, Wuling Eksion berpotensi menjadi penantang baru di segmen SUV elektrifikasi Tanah Air apabila resmi meluncur dalam waktu dekat.