Xiaomi mengonfirmasi adanya bug serius pada pembaruan sistem operasi terbarunya, HyperOS 3. Pembaruan ini dilaporkan menyebabkan hilangnya suara secara total pada sejumlah perangkat Redmi Pad 2. Masalah ini muncul setelah pengguna menginstal versi sistem tertentu dan langsung berdampak pada fungsi speaker internal tablet.

Keluhan mengenai hilangnya suara ini mulai ramai disampaikan pengguna di berbagai forum komunitas dan media sosial Xiaomi. Mereka melaporkan bahwa perangkat tetap menyala dan berfungsi normal, namun tidak mengeluarkan suara sama sekali, baik saat memutar video, mendengarkan musik, maupun menerima notifikasi.

Baca Juga: Xiaomi HyperOS 3 di Android 15 dan 16, Apa Saja yang Berbeda?

Bug Teridentifikasi di HyperOS Versi Tertentu

Berdasarkan penelusuran laporan pengguna dan konfirmasi internal perusahaan, bug audio ini ditemukan pada Redmi Pad 2 varian global maupun regional yang telah menerima pembaruan HyperOS versi OS3.0.1.0.WOVMIXM. Setelah pembaruan tersebut terpasang, speaker internal tablet tidak lagi berfungsi.

Sejumlah upaya mandiri telah dilakukan pengguna, mulai dari mengatur ulang volume, melakukan reboot, hingga reset pabrik. Namun, langkah tersebut tidak memberikan hasil. Hal ini mengindikasikan bahwa sumber masalah bukan berasal dari pengaturan pengguna, melainkan dari sistem, khususnya pada driver audio yang tertanam di versi HyperOS tersebut.

Xiaomi melalui tim pengembang HyperOS telah mengakui adanya gangguan ini dan menyatakan sedang melakukan investigasi lanjutan untuk menyiapkan perbaikan resmi.

Audio Masih Berfungsi Lewat Bluetooth dan USB-C

Menariknya, bug ini tidak sepenuhnya mematikan sistem audio Redmi Pad 2. Pengguna masih dapat mendengarkan suara melalui perangkat audio eksternal, seperti earphone atau headset Bluetooth, serta melalui koneksi audio via port USB-C.

Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa kerusakan hanya terjadi pada jalur output speaker internal, bukan pada keseluruhan modul pemrosesan audio. Dengan kata lain, perangkat keras tablet tidak mengalami kerusakan fisik.

Xiaomi pun mengimbau pengguna agar tidak mencoba melakukan penurunan versi sistem (rollback firmware), terutama jika belum memahami risiko membuka bootloader, karena langkah tersebut berpotensi menimbulkan masalah baru dan dapat membatalkan garansi.

Xiaomi Siapkan Pembaruan Perbaikan

Setelah bug tersebut masuk dalam sistem pelacakan internal, Xiaomi memastikan bahwa pengembangan patch telah dimulai. Meski belum mengumumkan tanggal rilis resmi, perusahaan menyebut pembaruan perbaikan akan disalurkan melalui mekanisme over-the-air (OTA) dengan label peningkatan stabilitas sistem.

Selain pembaruan sistem penuh, Xiaomi juga membuka kemungkinan perbaikan sementara melalui pembaruan aplikasi sistem, seperti pengaturan audio atau komponen multimedia, yang biasanya dapat dirilis lebih cepat dibanding pembaruan OS utama.

Pengguna Redmi Pad 2 disarankan untuk rutin memeriksa menu pembaruan sistem dan memastikan perangkat tetap terhubung ke jaringan internet agar patch dapat terinstal segera setelah tersedia.

Baca Juga: Xiaomi Mulai Gulirkan Update HyperOS 3 Berbasis Android 15, Ini Daftar Perangkat yang Kebagian