Ihram.co.id — Xiaomi Auto kembali memperkuat eksistensinya di industri kendaraan listrik. Varian performa tinggi dari SUV listrik YU7, yakni Xiaomi YU7 GT, resmi terdaftar dalam dokumen Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT). Pendaftaran ini menjadi sinyal kuat bahwa model tersebut tengah dipersiapkan untuk peluncuran resmi ke pasar.
Berdasarkan dokumen MIIT, Xiaomi YU7 GT diposisikan sebagai versi performa dengan peningkatan signifikan pada sektor tenaga, desain, serta perangkat pendukung berkendara. SUV listrik ini mengusung konfigurasi motor ganda dengan output hampir 1.000 daya kuda dan kecepatan puncak yang menembus 300 km/jam.
Performa 990 HP dari Sistem Motor Ganda

Xiaomi YU7 GT dibekali sistem penggerak listrik murni dengan dua motor. Motor depan menghasilkan tenaga 288 kW, sementara motor belakang menyumbang 450 kW. Secara keseluruhan, tenaga sistem mencapai 738 kW atau setara 990 HP.
Dengan spesifikasi tersebut, YU7 GT mampu melaju hingga kecepatan maksimum 300 km/jam, menjadikannya salah satu SUV listrik tercepat yang pernah diajukan untuk produksi massal.
Angka ini jauh melampaui varian YU7 Max yang memiliki output 508 kW dan akselerasi 0–100 km/jam dalam 3,23 detik. Meski belum diumumkan resmi, akselerasi YU7 GT diperkirakan mendekati 2 detik untuk sprint 0–100 km/jam.
Dimensi Lebih Lebar dan Tampilan Agresif

Secara visual, mobil listrik Xiaomi ini tampil jauh lebih agresif dibanding versi standar. SUV ini mengusung paket widebody dengan bodi yang lebih lebar dan panjang. Dimensinya tercatat memiliki panjang 5.015 mm, lebar 2.007 mm, dan tinggi 1.597 mm, dengan jarak sumbu roda mencapai 3.000 mm.
Bagian depan dibekali bumper baru serta fender yang melebar, sementara bagian belakang dilengkapi diffuser besar dan emblem “GT” berwarna merah. Xiaomi juga menyematkan velg berukuran 21 inci dengan ban lebar, serta kaliper rem berwarna merah yang mengindikasikan penggunaan sistem pengereman performa tinggi, termasuk kemungkinan cakram karbon-keramik.
Baterai CATL dan Opsi Kustomisasi Luas

Dalam dokumen MIIT, Xiaomi YU7 GT tercatat menggunakan baterai lithium ternary yang diproduksi CATL. Namun, kapasitas baterai dan jarak tempuh belum diungkap secara rinci.
Xiaomi juga menawarkan beragam opsi kustomisasi untuk YU7 GT. Konsumen dapat memilih desain velg, warna kaliper rem, konfigurasi spoiler belakang termasuk ducktail spoiler, trim kap mesin, emblem depan, hingga stiker bodi. Fleksibilitas ini mempertegas positioning YU7 GT sebagai SUV listrik performa tinggi yang dapat disesuaikan dengan preferensi pengguna.
Perkiraan Harga dan Posisi di Lini Xiaomi
Meski belum diumumkan secara resmi, harga Xiaomi YU7 GT diperkirakan berada di kisaran 450.000–500.000 yuan, atau sekitar Rp990 juta hingga Rp1,1 miliar. Rentang harga tersebut menempatkannya sedikit di bawah sedan performa Xiaomi SU7 Ultra yang dibanderol mulai sekitar 500.000 yuan.
Xiaomi hingga kini belum memastikan apakah akan menghadirkan varian “Ultra” untuk lini YU7, atau YU7 GT akan menjadi model tertinggi dalam keluarga SUV listrik tersebut.
Sebagai perbandingan, varian performa Xiaomi SU7 Ultra sempat mencuri perhatian besar saat debut, namun penjualannya menurun signifikan hingga hanya mencatat puluhan unit per bulan pada akhir tahun lalu. Jika YU7 GT dipasarkan dengan harga yang mendekati segmen premium, menjaga volume penjualan tetap stabil berpotensi menjadi tantangan tersendiri.
Baca Juga: Belum Resmi Meluncur, Mobil Listrik Xiaomi SU7 Sudah Dipesan 100 Ribu Unit dalam 2 Pekan
Meski demikian, secara keseluruhan performa penjualan kendaraan Xiaomi masih menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, lini YU7 mencatatkan penjualan lebih dari 153 ribu unit, dengan kontribusi besar terhadap total pengiriman kendaraan Xiaomi yang konsisten berada di atas 39 ribu unit per bulan hingga awal 2026.
Dengan pendaftaran YU7 GT di MIIT, Xiaomi kian menegaskan ambisinya untuk bersaing di segmen SUV listrik performa tinggi dan memperluas portofolio kendaraan listriknya di pasar global.
Ikuti Ihram.co.id
