Ihram.co.id — Kemenangan meyakinkan diraih Alter Ego Esports pada fase krusial M7 World Championship. Tim berjuluk “El Familia” ini berhasil unggul dari Selangor Red Giants (SRG) dengan skor 2-0, membuka jalan lebar menuju Grand Final turnamen Mobile Legends: Bang Bang bergengsi tersebut.
Hasil ini tidak hanya menjaga asa Indonesia untuk kembali berjaya di kancah internasional, tetapi juga menegaskan dominasi Alter Ego atas wakil Asia Tenggara lainnya. Kemenangan ini sekaligus menjadi momentum penting dalam perburuan gelar juara dunia.
Dominasi Penuh Sejak Awal
Pada pertandingan final lower bracket melawan Selangor Red Giants, Alter Ego menunjukkan performa yang jauh lebih superior. Khususnya di Game 2, tim Indonesia membantai SRG dengan skor telak 28-8 dalam waktu hanya 12 menit 19 detik. Hasil ini mengunci kemenangan 2-0 dan menunjukkan superioritas wakil Indonesia.
Sejak early game, SRG terlihat kesulitan mengimbangi tempo agresif Alter Ego. Mereka kehilangan kontrol peta dan gagal memberikan perlawanan berarti. Dominasi ini juga sudah terlihat di Game 1, di mana AE juga berhasil meraih kemenangan telak atas SRG.
Arfy Jadi Poros Kemenangan
Sosok Arfy, gold laner Alter Ego, menjadi figur sentral di balik performa impresif timnya. Ia menampilkan konsistensi dan efisiensi permainan yang nyaris tanpa cela dalam dua laga krusial tersebut.
Saat menghadapi Team Liquid PH sebelumnya, Arfy menggunakan hero Claude dengan catatan KDA 1/0/13, terlibat dalam hampir seluruh team fight tanpa pernah tumbang. Total damage yang ia berikan mencapai 87,9K, menjadikannya pembeda utama di fase late game.
Performa gemilangnya berlanjut saat melawan SRG. Arfy tampil lebih agresif dengan KDA sempurna 8/0/10, total damage 51,2K, dan GPM 830. Angka-angka ini memperlihatkan efisiensi maksimal dalam konversi gold menjadi tekanan permainan yang mematikan.
Statistik Tegaskan Keunggulan Objektif
Data pertandingan menunjukkan keunggulan Alter Ego bukan hanya dari sisi mekanik pemain, tetapi juga dalam pengambilan keputusan strategis. Saat melawan Team Liquid PH, Alter Ego berhasil mengoleksi 9 turret dan 2 Lord, serta menjaga keunggulan ekonomi dengan perolehan gold 63,8K berbanding 56,8K milik lawan.
Dominasi semakin kentara saat berhadapan dengan SRG. Alter Ego unggul 14,2K gold, menyapu bersih 7 turret tanpa kehilangan satu pun struktur pertahanan mereka. Kontrol peta sepenuhnya berada di tangan “El Familia”, menunjukkan penguasaan permainan yang mutlak.
Kekuatan Kolektif “El Familia”
Meskipun Arfy menjadi sorotan utama, kemenangan Alter Ego juga ditopang oleh performa solid dari pemain lainnya. Hijumee tampil sebagai mesin kill saat melawan Team Liquid dengan torehan 9 kill, sementara Yazukee memberikan tekanan konstan dari area jungle saat menghadapi SRG dengan KDA 9/1/12.
Koordinasi antarlini yang baik, minim kesalahan individual, serta fokus penuh pada objektif permainan menjadi fondasi kuat Alter Ego dalam menyingkirkan dua kandidat juara secara beruntun dan membuka jalan menuju partai puncak M7 World Championship.
Ikuti Ihram.co.id
