— Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan sanksi denda kepada PSSI terkait sejumlah pelanggaran disiplin dalam penyelenggaraan Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia. Keputusan ini dirilis meskipun turnamen tersebut mencatat sejarah baru bagi prestasi futsal Tanah Air dan mendapat apresiasi tinggi dari otoritas sepak bola Asia.

Timnas Futsal Indonesia berhasil melaju ke babak final Piala Asia Futsal untuk pertama kalinya sejak berpartisipasi pada tahun 2002. Dalam laga puncak yang berlangsung sengit, Skuad Garuda harus puas menjadi runner-up setelah kalah dramatis melalui adu penalti dengan skor 4-5 melawan Iran, usai bermain imbang 5-5 di waktu normal.

Pencapaian ini melampaui rekor sebelumnya pada edisi 2022 di Kuwait, di mana Indonesia hanya mampu mencapai babak perempat final sebelum dihentikan Jepang. Selain prestasi di lapangan, tingginya animo penonton di stadion juga menjadi sorotan positif bagi pihak penyelenggara.

Apresiasi AFC terhadap Penyelenggaraan

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa AFC memberikan penilaian positif terhadap atmosfer pertandingan selama turnamen berlangsung. Kehadiran ribuan suporter di stadion menjadi salah satu elemen yang membuat partai final dinilai sebagai salah satu yang terbaik.

“Mereka sampaikan ini partai final terbaik yang mereka lihat, tidak hanya secara kompetisi, tetapi juga dari awal kejuaraan ini berjalan, AFC sangat apresiasi penonton ramai semua,” ujar Erick Thohir, mengutip dari kompas.com.

Erick juga menekankan bahwa pengakuan tersebut mencakup seluruh proses turnamen yang dinilai berjalan lancar secara organisasi. “Mereka sampaikan ini yang terbaik,” tegas Erick.

Sanksi Disiplin dan Denda Total Rp235 Juta

Di balik kesuksesan tersebut, Komite Disiplin dan Etika AFC menemukan adanya pelanggaran regulasi terkait aspek keamanan dan ketertiban stadion. Berdasarkan keterangan resmi, PSSI dijatuhi total denda sebesar 14.000 dolar AS atau setara dengan Rp235 juta yang harus dilunasi dalam waktu 30 hari.

Pelanggaran pertama terdeteksi pada pertandingan Grup A antara Indonesia melawan Korea Selatan yang berlangsung 27 Januari 2026. AFC menemukan adanya individu yang berafiliasi dengan PSSI memasuki area lapangan tanpa akreditasi resmi, serta seorang penonton yang masuk ke lapangan setelah laga usai.

Akibat insiden tersebut, PSSI dinilai melanggar Pasal 65 tentang tanggung jawab perilaku penonton dan Pasal 64 mengenai penyelenggaraan pertandingan. Untuk rentetan pelanggaran di laga ini, PSSI dikenakan denda kumulatif sebesar 11.000 dolar AS atau sekitar Rp185 juta.

Pelanggaran pada Laga Iran vs Afganistan

Pelanggaran kedua terjadi pada laga penyisihan Grup D yang mempertemukan Iran dan Afganistan pada 1 Februari 2026. Dalam pertandingan tersebut, PSSI dianggap gagal menjaga ketertiban setelah lima orang penonton melakukan aksi masuk ke dalam lapangan (pitch invasion).

Atas kelalaian tersebut, AFC menjatuhkan sanksi tambahan berdasarkan Pasal 64 Kode Disiplin dan Etika AFC. Denda yang ditetapkan untuk insiden ini adalah sebesar 3.000 dolar AS atau sekitar Rp50 juta.

Rincian Hukuman Komite Disiplin AFC

Berikut adalah poin-poin pelanggaran yang menyebabkan PSSI menerima sanksi dari AFC:

  • Laga Indonesia vs Korea Selatan (27 Januari 2026): Pelanggaran Pasal 21 (Delegasi Tim Resmi), Pasal 65 (Tanggung Jawab Penonton), dan Pasal 64 (Penyelenggaraan Pertandingan). Total denda: USD11.000.
  • Laga Iran vs Afganistan (1 Februari 2026): Pelanggaran Pasal 64 (Penyelenggaraan Pertandingan) akibat lima penonton masuk ke lapangan. Total denda: USD3.000.

PSSI diwajibkan melakukan pembayaran denda tersebut paling lambat 30 hari setelah keputusan diumumkan oleh Komite Disiplin dan Etika AFC.