— Aprilia tampil dominan pada seri pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Chang, Buriram, Thailand, sementara Ducati gagal memenuhi ekspektasi mereka. Pol Espargaro, pembalap dan test rider Red Bull KTM, menilai performa Ducati menunjukkan bahwa pabrikan Italia tersebut mulai menghadapi keterbatasan pengembangan motor, yang dapat membuat mereka mengalami kesulitan sepanjang musim ini.

Marco Bezzecchi menjadi sorotan setelah mendominasi MotoGP Thailand dari awal hingga bendera finish, menegaskan posisi Aprilia sebagai pesaing utama di musim 2026. Dominasi ini menandai perubahan dinamika persaingan di grid, di mana Ducati yang sebelumnya menguasai empat musim terakhir kini terlihat kehilangan keunggulan mereka.

Pada GP Thailand, pembalap terbaik Ducati adalah Fabio di Giannantonio dari VR46 Racing Team yang finis keenam menggunakan Ducati GP26. Marc Marquez, juara dunia 2025, hanya mampu finis di posisi kesembilan, sementara Francesco Bagnaia—juara 2022 dan 2023—mengaku bahwa Ducati tidak lagi menjadi motor tercepat di lintasan.

Baca Juga: Aprilia Menggila di MotoGP Thailand 2026, Bos Ducati Tertangkap Kamera Tampak Cemas

Pol Espargaro: Ducati Sudah Mencapai Batas Perkembangan

Dalam pernyataannya di Radioestadio Noche, Espargaro menyoroti bahwa Ducati mengalami kesulitan bukan karena kurang performa, melainkan karena mereka hampir mencapai “ceiling” atau batas pengembangan pada regulasi motor saat ini.

“Kita sudah mulai melihat mereka sedikit kesulitan, bukan karena tidak tampil baik, tapi karena mereka memiliki sangat sedikit ruang untuk peningkatan, sementara pabrikan lain masih punya potensi besar,” ujar Espargaro.

Espargaro menambahkan, “Apa yang kita lihat di balapan pertama kemungkinan tidak akan berbeda jauh dari yang akan kita lihat setengah musim nanti.” Pernyataan ini menjadi peringatan bahwa Ducati perlu strategi baru untuk tetap kompetitif.

Tantangan Ducati di Musim 2026

Setelah empat musim terakhir meraih gelar juara, Ducati kini menghadapi tantangan baru. Aprilia, KTM, dan Honda terlihat semakin agresif meningkatkan performa motor, baik dari sisi aerodinamika maupun elektronik.

Bagnaia sempat menunjukkan peningkatan performa selama tes pra-musim di Sepang dan Buriram, namun hasil GP Thailand menegaskan bahwa motor Ducati GP26 tidak lagi mendominasi. Mantan pembalap Marco Melandri juga berkomentar bahwa Marc Marquez kini bukan lagi pembalap tercepat di grid, memperkuat kesan bahwa Ducati tidak lagi memiliki keunggulan mutlak.

Dengan regulasi MotoGP 1000cc hibrida yang tetap berlaku di 2026, Ducati harus menemukan inovasi baru untuk mengatasi keterbatasan pengembangan. Jika tidak, mereka berisiko kehilangan dominasi yang telah dibangun sejak 2022 dan tertinggal dalam perburuan gelar musim ini.

Baca Juga: Francesco Bagnaia Akui Ducati Tak Lagi Tercepat, Aprilia Racing Dominasi MotoGP Thailand 2026

GP Thailand menjadi sinyal peringatan bagi Ducati: dominasi mereka tidak lagi pasti. Pol Espargaro memperingatkan bahwa kesulitan Ducati kemungkinan akan berlanjut, sementara Aprilia memanfaatkan momentum untuk memimpin persaingan MotoGP 2026.