AtlasGo mengumumkan ekspansi produk berbasis kecerdasan buatan (AI) ke sektor otomotif melalui platform DealerView. Perusahaan juga menyampaikan penambahan struktur kepemimpinan dengan bergabungnya Wasudewan sebagai Co-Founder.

Wasudewan sebelumnya memimpin platform properti digital dan akan membawa pengalaman tersebut untuk memperkuat ekspansi AtlasGo, termasuk penerapan teknologi di sektor properti dan industri lain dengan proses penjualan kompleks.

Fokus Produk dan Fungsi Utama

AtlasGo saat ini mengembangkan dua produk inti: DealerView untuk otomotif dan ProperView untuk properti. ProperView disebut telah digunakan oleh sejumlah pengembang properti di Indonesia.

DealerView menggabungkan fitur virtual showroom, buyer intent tracking, lead management, sales attribution, dan performance dashboard dalam satu sistem. Platform merekam sinyal perilaku calon pembeli secara real-time, seperti model yang paling lama dilihat dan fitur yang paling sering dieksplorasi.

Peran AI dan Dukungan Untuk Tim Penjualan

David Kusnadi, Co-Founder dan CTO AtlasGo, mengatakan DealerView dirancang untuk membuat tenaga pemasar bekerja lebih efektif tanpa menggantikan peran manusia.

“Bayangkan Anda memiliki seorang analis data, manajer CRM, dan product knowledge expert yang bekerja 24 jam sehari untuk setiap tenaga pemasar… Itulah yang DealerView lakukan,”

Platform ini juga dilengkapi AI Assistant yang membantu memperbarui pipeline CRM, mengakses informasi produk, dan mengelola proses penjualan.

Kerja Sama Awal Dengan Dealer

AtlasGo menandatangani kerja sama strategis dengan Sun Motor Mitsubishi sebagai salah satu implementasi awal DealerView. Penerapan mencakup virtual showroom interaktif untuk lini kendaraan Mitsubishi, sistem pelacakan perilaku calon pembeli, dashboard pengelolaan lead, atribusi penjualan, dan AI Assistant untuk mendukung produktivitas tim penjualan.

Rudi Rimawan, General Manager Operational Sun Motor Mitsubishi, menyatakan memilih AtlasGo karena dinilai memahami kebutuhan proses penjualan di lapangan.

“Bagi kami, DealerView bukan sekadar tools, tetapi mitra strategis yang membantu tim kami menjual dengan lebih cerdas di tengah persaingan yang semakin ketat,”

Tantangan Industri Dan Rencana Pengembangan

AtlasGo menyebut persaingan di industri otomotif semakin ketat dengan banyaknya model baru yang diluncurkan dalam satu tahun terakhir. Kondisi ini menuntut dealer dan tenaga pemasar menyesuaikan strategi, mengikuti perubahan perilaku konsumen yang kian digital, serta mengukur efektivitas anggaran pemasaran secara lebih akurat.

Wasudewan menyoroti kesenjangan antara besarnya anggaran pemasaran dan kemampuan mengukur hasil penjualan secara jelas.

“Perusahaan besar menghabiskan ratusan miliar bahkan triliunan rupiah untuk pemasaran… Namun, banyak yang belum mampu menjawab pertanyaan sederhana, dari mana sebenarnya lead terbaik mereka datang. Saya bergabung karena percaya AtlasGo dapat menjadi salah satu jawaban atas persoalan tersebut,”

Ke depan, AtlasGo berencana memperluas ekosistem produk ke industri lain yang memiliki proses penjualan kompleks dan siklus pengambilan keputusan panjang. Pengembangan akan difokuskan pada peningkatan kemampuan AI, termasuk prediksi minat pembeli dan automated sales coaching.

Perusahaan menyatakan akan terus mengembangkan platform berbasis data dan AI untuk membantu menghubungkan aktivitas pemasaran, proses penjualan, dan pengelolaan data konsumen secara lebih terukur.