Jeff Bezos menyampaikan pandangan optimistis mengenai kecerdasan buatan (AI) dalam sesi panel di konferensi teknologi VivaTech, Paris. Ia menolak anggapan bahwa AI akan membuat manusia tidak diperlukan, malah memperingatkan kemungkinan kelangkaan tenaga kerja di masa depan.

Selain membahas AI, Bezos juga menyampaikan perkembangan terkait proyek antariksa dan startup barunya. Pernyataannya mengundang perhatian di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja di sejumlah perusahaan yang melakukan adopsi teknologi demi efisiensi.

Bezos menguraikan keyakinannya bahwa kebutuhan manusia untuk berkarya bersifat tak terbatas. “Saya tahu ada banyak kekhawatiran, termasuk dari orang-orang cerdas, bahwa AI akan membuat manusia tidak dibutuhkan. Saya sangat tidak setuju dengan pandangan itu. Faktanya, saya pikir AI justru akan menciptakan kelangkaan tenaga kerja,” ujarnya pada Kamis (18/6/2026).

Ia menyebut AI sebagai alat yang dapat menyingkirkan hambatan produktivitas, sehingga membuka ruang bagi jenis pekerjaan baru yang belum ada saat ini. Pernyataan itu datang meski Amazon telah mengurangi sekitar 30.000 posisi korporat sejak akhir tahun lalu.

Data PHK dan Kekhawatiran Publik

Angka PHK massal menjadi konteks yang relevan saat pernyataan Bezos disampaikan. Laporan dari firma Challenger, Gray and Christmas mencatat bahwa di Amerika Serikat, sekitar 40% dari 97.006 pemangkasan pekerjaan pada Mei 2026 terkait dengan adopsi AI.

Survei gabungan juga menunjukkan kekhawatiran publik: hasil survei Reuters/Ipsos pada bulan yang sama mengungkap separuh warga Amerika khawatir AI mengancam pekerjaan mereka.

Bisnis AI dan Ambisi Antariksa

Bezos menyinggung startup AI barunya, Prometheus, yang fokus mempercepat proses manufaktur fisik. Ia menegaskan bahwa otomatisasi dan penurunan biaya produksi akan meningkatkan permintaan terhadap layanan dan produk baru.

Di luar AI, pendiri Amazon itu kembali menegaskan ambisinya di sektor antariksa melalui Blue Origin. Ia menyatakan harapan memindahkan industri berpolusi ke luar Bumi bila perjalanan antariksa sudah andal dan terjangkau.

“Jika perjalanan luar angkasa sudah cukup andal dan terjangkau, kita bisa mendapatkan material dari asteroid dan bulan. Dengan begitu, Bumi sebagai ‘planet taman’ ini bisa dikembalikan ke kondisi sebelum Revolusi Industri,” katanya.

David Limp, CEO Blue Origin, turut mengonfirmasi pembangunan kembali landasan peluncuran roket New Glenn di Florida yang dimulai setelah insiden ledakan pada Mei lalu.

Tantangan Adaptasi Tenaga Kerja

Perdebatan soal dampak AI terhadap pasar tenaga kerja tetap menjadi isu utama pada 2026. Bezos menekankan bahwa tantangan utama bukan ketiadaan pekerjaan, melainkan kesiapan tenaga kerja untuk beradaptasi dengan keterampilan baru dalam ekosistem ekonomi berbasis AI.