Ihram.co.id — Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari, umat Islam di seluruh dunia bersiap menjalankan ibadah puasa. Selama sebulan penuh, umat Muslim yang memenuhi syarat wajib menahan diri dari makan, minum, dan segala yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Dalam rangkaian ibadah ini, niat puasa menjadi salah satu rukun yang esensial. Namun, muncul perdebatan yang kerap dibahas di kalangan umat: apakah niat puasa Ramadhan cukup dibaca sekali untuk satu bulan penuh, ataukah harus diucapkan setiap malam?
Perbedaan pandangan mengenai tata cara pengucapan niat puasa Ramadhan ini bersumber dari perbedaan pendapat di kalangan ulama. Mazhab Maliki, misalnya, memberikan kelonggaran dengan memperbolehkan niat puasa Ramadhan dilakukan sekaligus untuk sebulan penuh pada awal bulan.
Artinya, jika seseorang sudah menetapkan niat di malam pertama Ramadhan untuk menjalankan puasa selama satu bulan ke depan, maka ibadah puasanya dianggap sah tanpa perlu mengulang niat pada setiap malamnya. Kelonggaran ini menjadi alternatif bagi umat yang mungkin memiliki kesibukan atau kekhawatiran lupa mengucapkan niat pada malam-malam berikutnya.
Perbedaan Mazhab Mengenai Niat Puasa Ramadhan
Menurut penjelasan yang dirujuk dari NU Online, mazhab Maliki memang membolehkan umat Islam untuk berniat puasa Ramadhan sekaligus untuk satu bulan penuh di awal Ramadhan. Hal ini memberikan kemudahan bagi sebagian orang yang mungkin kesulitan untuk melakukan niat setiap malam. Pendapat ini didasarkan pada pemahaman bahwa niat yang kuat di awal dapat mencakup seluruh pelaksanaan ibadah selama periode tersebut.
Namun, pandangan ini berbeda dengan mazhab Syafii yang menganut kewajiban untuk mengucapkan niat puasa setiap malam sebelum menjalankan puasa keesokan harinya.
Dalam kitab Hasyiyah Al-Qulyubi dijelaskan bahwa niat sebulan penuh yang dilakukan menurut mazhab Maliki lebih bersifat antisipasi, yaitu jika seseorang lupa berniat di malam hari. Sehingga, jika niat setiap malam tetap dijalankan sesuai mazhab Syafii, maka dipandang lebih utama dan sesuai dengan anjuran yang lebih umum.
Perbedaan pandangan antarmazhab ini menunjukkan adanya keluasan dalam ajaran fikih Islam. Selama seorang Muslim mengikuti pendapat mazhab yang diyakininya dengan pemahaman yang benar, maka ibadah puasanya tetap dinilai sah. Fleksibilitas ini memungkinkan umat untuk menjalankan ibadah sesuai dengan kemampuan dan keyakinan masing-masing.
Para ulama menganjurkan agar niat puasa sebulan penuh di malam pertama Ramadhan dijadikan antisipasi. Dengan begitu, jika di suatu hari seseorang lupa berniat, puasanya tetap sah menurut pandangan Mazhab Maliki.
Namun, umat Muslim tetap diperbolehkan mengikuti Mazhab Syafii dengan niat setiap malam. Kedua cara ini sah secara Islam selama dilakukan dengan niat yang tulus karena Allah. Fleksibilitas ini memungkinkan setiap Muslim menjalankan ibadah sesuai kemampuan dan keyakinannya masing-masing.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan 1447 H Lengkap
Meskipun terdapat perbedaan pendapat, penting bagi umat Muslim untuk mengetahui bacaan niat puasa Ramadhan. Berikut adalah bacaan niat puasa Ramadhan dalam dua versi, lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya, sesuai dengan pandangan mazhab Maliki dan Syafii:
Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh (Mazhab Maliki)
Bagi umat yang ingin mengikuti pandangan Mazhab Maliki untuk berniat sekaligus sebulan penuh, berikut bacaannya:
Teks Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Teks Latin:
Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati taqlidan lil imami Malik fardhan lillahi ta’ala
Artinya:
“Aku niat berpuasa di sepanjang Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah.”
Niat Puasa Ramadhan Setiap Hari (Mazhab Syafii)
Bagi umat yang memilih untuk mengikuti pandangan Mazhab Syafii dan berniat setiap malam, berikut bacaannya:
Teks Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Teks Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”
Ikuti Ihram.co.id
