— Membaca doa berbuka puasa merupakan salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam.

Amalan ini menjadi ungkapan rasa syukur atas nikmat dan kekuatan yang telah diberikan Allah SWT sepanjang hari berpuasa, serta sebagai momentum spiritual untuk memohon keberkahan atas rezeki yang akan dikonsumsi.

Menjelang Ramadhan 2026, umat Islam kembali mencari bacaan doa buka puasa dalam bahasa Arab beserta artinya agar dapat diamalkan dengan benar.

Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik Mengucapkan Niat Puasa Ramadhan Setiap Hari? Ini Penjelasan Ulama

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari. Penetapan ini menjadi penanda dimulainya ibadah puasa bagi mayoritas umat Muslim di Indonesia.

Seiring dengan tibanya waktu berbuka puasa, yakni saat masuknya waktu salat Magrib, umat Islam dianjurkan untuk segera menghentikan puasa dan memanjatkan doa.

Bacaan Doa Buka Puasa Ramadhan 2026

Doa berbuka puasa merupakan bentuk penghambaan diri dan pengakuan atas kebesaran Allah SWT. Doa ini menjadi penutup rangkaian ibadah puasa harian dan pembuka dari nikmat yang telah disediakan. Berdasarkan laman mui.or.id, berikut adalah bacaan doa buka puasa yang umum diamalkan:

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Bacaan latinnya adalah: Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin.

Artinya: “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka.”

Sunah-Sunah Saat Berbuka Puasa

Selain membaca doa, terdapat beberapa sunah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW yang perlu diamalkan saat berbuka puasa. Sunah-sunah ini bertujuan agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan penuh adab dan keberkahan, serta tidak menjadikan waktu berbuka sebagai momen untuk berlebihan.

Dalam buku Buka Puasa bersama Rasulullah karya Muhammmad Ridho al-Turisaini, dijelaskan bahwa setelah berbuka puasa, Nabi Muhammad SAW memperbanyak zikir hingga waktu salat malam atau Tarawih tiba.

Beliau juga secara tegas mengingatkan umatnya untuk tidak makan secara berlebihan saat berbuka, melainkan secukupnya saja. Makan saat berbuka bertujuan untuk mengembalikan energi dan kesegaran tubuh agar kuat dalam menjalankan ibadah malam, bukan justru melalaikannya.

1. Mengawalkan Berbuka

Sunah pertama yang dianjurkan adalah menyegerakan berbuka puasa begitu waktu Magrib tiba. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.”

Menyegerakan berbuka menunjukkan kepatuhan terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya, serta mengutamakan anjuran syariat.

2. Berbuka dengan Kurma dan Air Putih

Sunah berikutnya adalah membatalkan puasa dengan mengonsumsi kurma dan air putih. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda:

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan kurma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air.”

Kurma memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk mengembalikan energi setelah berpuasa, sementara air putih membantu menghidrasi tubuh.

3. Makan Secukupnya

Nabi Muhammad SAW juga mencontohkan untuk tidak makan berlebihan saat berbuka. Beliau bahkan kerap hanya mengonsumsi tiga butir kurma. Ajaran ini tercatat dalam hadis Tirmidzi:

“Tiada tempat terburuk yang dipenuhi isinya oleh manusia, kecuali perutnya. Karena sebenarnya cukup baginya beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Kalau pun ia ingin makan, hendaknya ia atur dengan cara sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya.”

Baca Juga: Mandi Wajib Jelang Ramadhan: Dasar Hukum dan Tata Caranya dalam Islam

Prinsip makan sepertiga ini menekankan pentingnya keseimbangan dalam mengonsumsi makanan dan minuman agar tidak memberatkan tubuh dan tetap dapat menjalankan ibadah malam dengan optimal. Dengan mengamalkan doa dan sunah-sunah ini, diharapkan ibadah puasa Ramadhan 2026 dapat memberikan berkah dan manfaat yang maksimal bagi umat Muslim.