— Bos tim Pramac Racing, Gino Borsoi, memberikan pujian tinggi kepada pebalap Australia Jack Miller yang dinilai tampil sebagai sosok baru pada awal musim MotoGP 2026. Borsoi bahkan menyebut performa dan sikap Miller saat ini sebagai “Jack Miller 2.0” setelah menunjukkan peran penting dalam pengembangan motor Yamaha dan membantu rekan setim barunya.

Pujian tersebut muncul pada seri pembuka musim MotoGP 2026 di Chang International Circuit, Thailand, yang menjadi akhir pekan penting bagi Miller, termasuk menandai start ke-200 di kelas premier.

Musim ini menjadi tahun kedua Miller dalam periode keduanya bersama Pramac, sekaligus fase penting bagi Yamaha yang tengah melakukan perubahan besar pada pengembangan motor.

Baca Juga: Toprak Razgatlioglu Kagumi Gaya Balap Jack Miller di Tes MotoGP Buriram

Peran Penting dalam Pengembangan Yamaha

Pada musim 2026, Yamaha melakukan perubahan teknis besar dengan pengembangan mesin baru sebagai bagian dari proyek jangka panjang untuk meningkatkan daya saing motor Yamaha YZR-M1 di MotoGP.

Perubahan tersebut membuat performa tim belum optimal pada awal musim. Namun, Borsoi menilai Miller menunjukkan sikap profesional dengan memahami proses pengembangan jangka panjang dan berkontribusi aktif dalam evaluasi motor.

Menurut Borsoi, Miller tampil sangat kuat selama tes pramusim dan membantu tim memahami arah pengembangan teknis yang harus ditempuh.

Ia juga menyoroti hubungan kerja yang positif antara Miller dan rekan setim barunya, Toprak Razgatlıoğlu, yang menjalani debut MotoGP musim ini setelah sukses besar di Superbike World Championship.

Razgatlıoğlu bahkan mengikuti Miller saat tes di lintasan untuk mempelajari gaya balap dan proses adaptasi motor prototipe MotoGP.

Atmosfer Positif di Garasi Pramac

Borsoi menilai kerja sama antara kedua pebalap berjalan sangat baik dan menciptakan atmosfer positif di dalam tim. Ia menyebut Miller memahami sepenuhnya tantangan yang dihadapi Yamaha dan siap menjalani proses panjang untuk meningkatkan performa motor.

Menurutnya, kontribusi Miller tidak hanya terlihat dari performa di lintasan, tetapi juga dari perannya sebagai pemimpin dalam proyek pengembangan tim.

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai sikap positif Miller juga berkaitan dengan masa depannya di MotoGP. Kontrak pebalap berusia 32 tahun itu diketahui akan berakhir pada akhir musim 2026 dan belum ada kepastian mengenai masa depannya.

Performa Sprint Race: Terbaik di Antara Rider Yamaha

Pada sesi kualifikasi MotoGP Thailand 2026, Miller menempati posisi ke-18 di grid. Meski terlihat kurang kompetitif, catatan waktunya relatif dekat dengan pebalap Yamaha lain seperti Fabio Quartararo dan lebih cepat dari Álex Rins serta Razgatlıoğlu.

Dalam sprint race sepanjang 13 lap, Miller berhasil menyalip Quartararo dan menjadi pebalap Yamaha dengan hasil terbaik setelah finis di posisi ke-15.

Ia mengakhiri balapan sekitar 6,5 detik di luar zona poin, yang hanya diberikan kepada sembilan pebalap teratas dalam format sprint MotoGP.

Akui Kelemahan Kecepatan Motor

Usai balapan, Miller mengakui Yamaha masih mengalami kekurangan performa terutama pada lintasan lurus akibat keterbatasan tenaga mesin.

Ia menyatakan tetap fokus mengumpulkan data dan membantu tim mempercepat proses pengembangan motor baru.

Miller menilai balapan di Thailand menjadi langkah awal penting bagi proyek jangka panjang Yamaha. Meski belum mencapai hasil ideal, ia menegaskan tim terus mengalami perkembangan signifikan dari setiap sesi.

Baca Juga: Toprak Razgatlioglu Crash saat Debut MotoGP 2026, Terkendala Engine Brake di Sprint Race

MotoGP Thailand menjadi seri pembuka musim 2026 yang menjadi tolok ukur awal kekuatan tim dan pebalap. Bagi Pramac dan Yamaha, musim ini dipandang sebagai fase transisi menuju peningkatan performa jangka panjang.

Dengan pengalaman panjang serta peran kepemimpinan yang semakin menonjol, Jack Miller diharapkan menjadi sosok kunci dalam proses transformasi tersebut — alasan yang membuat manajemen tim menjulukinya sebagai “Jack Miller 2.0”.