— Pembalap rookie MotoGP Toprak Razgatlioglu mengungkapkan kekagumannya terhadap gaya balap rekan setimnya, Jack Miller, dalam tes pramusim MotoGP di Sirkuit Buriram, Thailand. Pembalap asal Turki itu mengaku terkesan dengan teknik menikung agresif Miller yang dinilainya sangat berbeda dari gaya balapnya saat ini.

Razgatlioglu tengah menjalani masa adaptasi penting menjelang musim debutnya di kelas premier. Setelah meraih gelar ketiga di ajang World Superbike musim lalu, peralihannya ke MotoGP menghadirkan sejumlah tantangan teknis.

Salah satu kendala utama adalah adaptasi terhadap ban Michelin yang digunakan di MotoGP, berbeda dengan ban yang ia gunakan sebelumnya di World Superbike. Selain itu, Razgatlioglu juga harus menyesuaikan diri dengan karakter motor prototipe Yamaha M1 bermesin V4 terbaru yang masih dalam tahap pengembangan.

Rekan sesama pembalap Yamaha, Fabio Quartararo, sebelumnya menyarankan Razgatlioglu untuk bersabar dalam proses memahami karakter motor dan teknologi MotoGP. Kepindahan pembalap Turki tersebut ke kelas utama memang mendapat perhatian besar sehingga ekspektasi terhadap performanya pun tinggi.

Baca Juga: Toprak Razgatlioglu Kesulitan Adaptasi di MotoGP, Quartararo Beri Saran Khusus

Terpukau Teknik Menikung Jack Miller

Dalam wawancara dengan Moto.it usai sesi tes, Razgatlioglu menjelaskan bagaimana tim memulai pengujian dengan ban bekas untuk memahami karakter motor dan menemukan setelan yang tepat.

Ia mengatakan performanya cukup kompetitif meski menggunakan ban yang sudah dipakai.

“Kami memulai dengan ban bekas untuk memahami motor, tapi tetap mencatat waktu yang bagus. Ban sudah digunakan 14 lap dan kami menambah 6–7 lap lagi dengan catatan waktu yang tetap kompetitif,” ujarnya.

Razgatlioglu mengaku mulai merasa semakin nyaman dengan motor dan pengelolaan ban. Namun, ia menyadari adanya perbedaan signifikan saat mengikuti Miller dalam sesi time attack, khususnya di sektor pertama lintasan.

Menurutnya, faktor utama perbedaan tersebut adalah tingkat kepercayaan terhadap ban depan dan batas maksimal saat motor dalam posisi miring.

“Saat mengikuti Jack, saya sangat terkejut karena kehilangan banyak waktu di sektor pertama. Saya selalu sedikit lebih lambat karena belum percaya sepenuhnya pada ban depan,” kata Razgatlioglu.

Ia bahkan mengaku sempat mengira Miller akan terjatuh saat melihat pembalap Australia itu langsung merebahkan motor secara ekstrem di tikungan pertama.

“Ketika melihat Jack di tikungan pertama, dia langsung sangat miring. Saya menunggu dia jatuh, tetapi dia tetap menikung dengan sempurna. Saya benar-benar kagum,” ujarnya.

Razgatlioglu juga menilai kemampuan Miller melibas tikungan panjang sebagai keunggulan yang masih sulit ia tiru.

Miller Jadi Mentor Penting di Pramac Racing

Razgatlioglu dan Miller kini menjadi rekan setim di Pramac Racing, tim satelit Yamaha di MotoGP. Hubungan keduanya dinilai membantu proses transisi Razgatlioglu dari World Superbike ke kelas utama.

Pembalap berusia 29 tahun itu menyebut Miller sebagai sosok yang memberikan banyak bantuan teknis dan pengalaman selama masa adaptasinya.

“Saya sangat senang bekerja dengan tim saya, terutama rekan setim saya. Dia orang yang sangat baik dan membantu saya setiap hari karena memiliki pengalaman lebih banyak,” kata Razgatlioglu.

Ia menegaskan proses belajar tersebut tidak mudah, namun menjadi pengalaman positif dalam perjalanan kariernya di MotoGP.

“Saya harus belajar banyak hal. Terkadang sulit, tapi saya menyukai suasana paddock MotoGP,” ujarnya.

Adaptasi Jadi Penentu Jelang Musim Debut

Tes pramusim di Buriram menunjukkan Razgatlioglu masih berada dalam tahap penyesuaian terhadap karakter motor, ban Michelin, serta tuntutan teknis MotoGP yang jauh berbeda dari World Superbike.

Meski demikian, dukungan tim, pengalaman Miller sebagai rekan setim, serta proses pembelajaran yang terus berjalan menjadi modal penting bagi Razgatlioglu untuk meningkatkan performa dan bersaing di musim debutnya di kelas premier.

Baca Juga: Toprak Razgatlioglu Ungkap Belum Pahami Ban MotoGP, Akui Perlu Crash untuk Belajar

MotoGP musim mendatang akan menjadi ujian sesungguhnya bagi pembalap Turki tersebut untuk membuktikan kemampuannya di level tertinggi balap motor dunia.