Ihram.co.id — Charles Leclerc mengaku terkejut dengan kecepatan luar biasa yang ditunjukkan Mercedes-AMG Petronas Formula One Team sepanjang akhir pekan Formula 1 Australian Grand Prix. Ia bahkan sempat mengira data performa yang dilihatnya dari sesi latihan bebas ketiga (FP3) merupakan kesalahan.
Mercedes tampil dominan di Albert Park Circuit, Melbourne, terutama dalam sesi kualifikasi. George Russell berhasil merebut pole position dan memimpin baris terdepan bersama rekan setimnya Andrea Kimi Antonelli.
Russell mencatatkan waktu yang unggul hampir 0,8 detik dari pembalap di posisi ketiga, Isack Hadjar dari Red Bull Racing. Sementara Leclerc akan memulai balapan dari posisi keempat bersama Ferrari.
Leclerc Sempat Mengira Data Telemetri Bermasalah
Leclerc mengatakan bahwa performa Mercedes sudah terlihat sejak sesi FP3, tetapi catatan waktu Russell pada putaran terakhir membuatnya benar-benar terkejut.
Pembalap asal Monako itu mengaku sempat mengira ada kesalahan dalam data yang ia lihat.
“Saya melihat data lap George untuk pertama kalinya dan saya sampai harus mengunggah ulang datanya karena saya pikir ada sesuatu yang salah,” kata Leclerc kepada media.
“Ternyata tidak. Jadi itu benar-benar sangat mengesankan.”
Ia juga mengakui bahwa selisih performa Mercedes lebih besar dari yang ia perkirakan sebelumnya.
Pada hari sebelumnya, Leclerc memperkirakan jarak performa sekitar setengah detik. Namun hasil kualifikasi menunjukkan selisih yang mendekati delapan persepuluh detik.
“Saya pikir sebelumnya sekitar setengah detik. Sekarang hampir delapan persepuluh. Jadi jelas lebih besar dari yang saya bayangkan,” ujarnya.
Ferrari Terganggu Masalah Teknis di Kualifikasi
Meski mengakui keunggulan Mercedes, Leclerc menilai Ferrari sebenarnya memiliki potensi performa lebih baik dari yang terlihat di hasil kualifikasi.
Ia mengungkapkan bahwa kedua mobil Ferrari mengalami masalah teknis saat sesi kualifikasi, khususnya pada sistem deployment energi.
Masalah tersebut juga dialami rekan setimnya, Lewis Hamilton, yang akhirnya hanya mampu menempati posisi ketujuh pada grid start.
“Kami mengalami beberapa masalah selama kualifikasi, jadi sebenarnya masih ada potensi performa yang belum keluar,” kata Leclerc.
Menurutnya, masalah utama terjadi pada sesi Q2, ketika sistem deployment tidak bekerja optimal.
“Di Q2 kami mengalami masalah deployment pada kedua mobil. Di Q3 kami harus mengejar waktu yang hilang akibat itu,” jelasnya.
Dalam Formula 1 modern, kata Leclerc, kehilangan satu putaran cepat saja bisa memberikan kerugian besar karena selisih waktu antar pembalap sangat kecil.
Baca Juga: Hamilton Curigai Keunggulan Mercedes di F1 GP Australia, Singgung Celah Regulasi Mesin
Ferrari Harap Bisa Mendekat
Leclerc berharap Ferrari dapat segera menemukan peningkatan performa agar mampu mendekati kecepatan Mercedes dalam beberapa seri awal musim Formula One.
Namun ia mengakui bahwa selisih yang terlihat di Melbourne cukup besar dan tidak mudah untuk dikejar dalam waktu singkat.
“Saya berharap dalam waktu dekat kami bisa kembali sedikit lebih dekat dengan mereka,” ujarnya.
“Tapi jaraknya sangat besar, jadi kemungkinan akan membutuhkan waktu untuk mengejarnya.”
Start Balapan Bisa Jadi Faktor Penting
Leclerc juga menilai start balapan dapat menjadi peluang bagi Ferrari untuk memperbaiki posisi.
Dalam simulasi start yang dilakukan selama pengujian pramusim, Ferrari sempat menunjukkan performa yang cukup kuat ketika meluncur dari posisi diam.
Namun ia menilai keunggulan tersebut tidak akan terlalu menentukan jika Mercedes mampu melakukan start dengan sempurna.
“Mesin kami mungkin sedikit lebih mudah untuk mendapatkan start yang bagus,” kata Leclerc.
“Tapi jika Mercedes melakukan semuanya dengan optimal, perbedaannya tidak akan terlalu besar.”
Balapan Bakal Sulit Diprediksi
Selain faktor performa mobil, Leclerc menilai balapan di Melbourne juga akan menjadi ajang pembelajaran bagi para pembalap karena masih banyak hal yang belum sepenuhnya dipahami.
Ia memperkirakan balapan bisa berlangsung sangat dinamis dengan banyak perubahan posisi.
“Di lap pertama Anda bisa dengan mudah menyalip beberapa mobil,” katanya.
“Tapi di lap berikutnya Anda juga bisa langsung kehilangan banyak posisi jika melakukan kesalahan.”
Baca Juga: Pole Position di GP Australia, Russell Sebut Mercedes 2026 Kembali Seperti Masa Dominasi
Karena itu, Leclerc menilai balapan F1 GP Australia 2026 akan menjadi ujian penting untuk memahami kekuatan sebenarnya setiap tim di awal musim.
Ikuti Ihram.co.id
