— Pemerintah mulai merancang konsep pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2026. Meski belum ada kepastian resmi terkait waktu pembukaannya, peluang seleksi CPNS kembali digelar disebut terbuka lebar, khususnya bagi lulusan baru atau fresh graduate.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan, pemerintah memberi perhatian khusus kepada para lulusan baru yang tengah mencari peluang kerja di sektor pemerintahan.

“Tentunya saya concern ya terhadap teman-teman dari fresh graduate,” ujar Rini saat ditemui di kawasan Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Kebutuhan CPNS Masih Dalam Tahap Penghitungan

Rini menjelaskan, hingga kini pemerintah masih melakukan penghitungan kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) terbaru. Perhitungan tersebut dilakukan dengan menunggu usulan kebutuhan pegawai dari masing-masing kementerian dan lembaga (K/L).

“Sedang kita hitung dulu. Nanti kementerian dan lembaga tentunya harus sudah mempersiapkan diri untuk kebutuhan pegawainya,” kata Rini.

Menurutnya, penetapan formasi CPNS ke depan harus disesuaikan dengan kebutuhan riil instansi pemerintah agar rekrutmen tidak berlebihan, sekaligus tetap membuka ruang bagi regenerasi ASN.

Baca Juga: Prediksi Jadwal CPNS 2026: Catat Tanggal Pendaftaran Dibuka dan Apa Saja Formasinya

Jumlah ASN Terus Bertambah Hingga Akhir 2025

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan, jumlah ASN secara nasional telah mencapai sekitar 5,6 juta orang hingga akhir 2025. Jumlah tersebut terdiri dari 3,59 juta PNS dan 1,98 juta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Angka itu meningkat signifikan dibandingkan awal Januari 2025 yang tercatat sekitar 4,2 juta ASN. Artinya, terjadi penambahan sekitar 1,4 juta ASN sepanjang tahun 2025 hingga November.

“Dan insyaallah per 1 Desember akan bertambah lagi karena proses penetapan SK PPPK penuh waktu dan paruh waktu terus berjalan,” ujar Zudan dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR di Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Dampak Penuntasan Tenaga Honorer

Zudan menjelaskan, lonjakan jumlah ASN tidak terlepas dari kebijakan pemerintah dalam menuntaskan persoalan tenaga honorer yang ditargetkan selesai pada 2025. Kebijakan tersebut melahirkan formasi PPPK Penuh Waktu dan PPPK Paruh Waktu untuk mengakomodasi tenaga non-ASN yang mengikuti seleksi pada 2024.

Untuk CPNS 2024, Zudan menyebut hampir seluruh peserta yang lulus telah menerima surat keputusan (SK). Dari total 248.721 formasi, sebanyak 184.740 peserta dinyatakan lulus, dengan penerbitan SK mencapai 99,7 persen.

Sementara itu, pada seleksi PPPK Tahap I dengan kebutuhan formasi 1.009.238, sebanyak 689.824 peserta lulus seleksi PPPK Penuh Waktu. Dari jumlah tersebut, 97,86 persen telah menerima SK. Adapun pada PPPK Tahap II, dari formasi yang sama, sebanyak 185.535 peserta lulus untuk formasi penuh waktu, dengan penerbitan SK mencapai 90,09 persen.

PPPK Paruh Waktu Masih Terkendala SK

Dari sisa formasi yang belum terpenuhi, pemerintah membuka kebutuhan PPPK Paruh Waktu dengan total usulan formasi mencapai 1,24 juta dari pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga. Namun hingga kini, penerbitan SK untuk kategori ini masih tergolong rendah.

“Data yang masuk ke BKN secara sistem baru 23,88 persen atau sekitar 251.961 SK. Seharusnya sudah di kisaran 1,1 juta,” kata Zudan.

Ia menjelaskan, lambatnya pengangkatan PPPK Paruh Waktu disebabkan SK di instansi masing-masing belum seluruhnya diterbitkan oleh gubernur, bupati, wali kota, maupun pejabat pembina kepegawaian di K/L.

Formasi CASN 2026 Mulai Disiapkan

Meski jumlah ASN terus bertambah, Zudan memastikan pemerintah tetap mendesain kebutuhan formasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) untuk 2026 dan tahun-tahun berikutnya. Ia meminta para pimpinan instansi segera menetapkan kebutuhan formasi agar menjadi pedoman bagi Kementerian PANRB dalam menentukan kebijakan rekrutmen.

“Pimpinan instansi menetapkan formasi agar 2026 Ibu Menteri PANRB bersama BKN memiliki pedoman sesuai Asta Cita. Kami akan memberikan kajian-kajian yang bisa ditindaklanjuti dalam bentuk formasi,” ujarnya.

Dengan arah kebijakan tersebut, pembukaan CPNS 2026 dinilai berpotensi menjadi peluang besar bagi fresh graduate, seiring kebutuhan regenerasi ASN di tengah penataan ulang birokrasi nasional.