Harga emas dunia anjlok pada perdagangan Rabu (17/6/2026) setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya namun memberikan sinyal peluang kenaikan pada akhir tahun. Penguatan dolar AS pasca-keputusan menambah tekanan pada logam mulia yang dinilai lebih mahal bagi pembeli internasional.

Penutupan menunjukkan emas turun 1,7% ke US$ 4.257,78 per ons troi, sementara kontrak emas berjangka AS terkoreksi 1,8% ke US$ 4.276,20 per ons troi.

Keputusan The Fed Dan Proyeksi Dot Plot

The Fed mempertahankan kisaran suku bunga acuan pada 3,50%–3,75%, sesuai ekspektasi pasar. Meski demikian, nada kebijakan berubah menjadi lebih hawkish setelah proyeksi terbaru menunjukkan sebagian pejabat bank sentral melihat kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini.

Dari 19 pembuat kebijakan, sembilan memperkirakan kebutuhan kenaikan suku bunga pada 2026, berdasarkan proyeksi dot plot yang dirilis bersamaan dengan keputusan kebijakan.

Pernyataan Ketua The Fed

Dalam konferensi pers perdananya sebagai Ketua The Fed, Kevin Warsh menyampaikan rencana pembentukan lima gugus tugas untuk meninjau ulang cara kerja bank sentral di berbagai area kebijakan utama. Warsh juga menyatakan bahwa tingkat suku bunga saat ini bersifat restriktif hanya di sektor perumahan.

Seorang pelaku pasar, Tai Wong, menyebut perubahan pendekatan Warsh sebagai sinyal hawkish yang lebih kuat dibanding pendahulunya. “Ini Fed yang baru, pesan yang muncul adalah perubahan akan datang,” kata Tai Wong.

Dolar AS Dan Implikasi Pasar

Penguatan dolar AS setelah keputusan The Fed turut menekan harga emas. Pasar sekarang menilai peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mencapai 78%, naik dari 61% sebelum keputusan, menurut data CME Group.

Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level terendah lebih dari enam bulan karena kekhawatiran inflasi yang dipicu oleh ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Pergerakan Logam Lain

Tidak hanya emas, logam lainnya juga terkoreksi tajam. Perak ambles 3,01% menjadi US$ 67,91 per ons, platinum turun 3,8% ke US$ 1.740,34, dan palladium rontok 2,55% ke US$ 1.321,42 per ons.