Seorang trader asal Surabaya berhasil menembus daftar 50 besar platform penilaian sinyal trading internasional setelah menerapkan strategi pengelolaan beberapa akun secara bersamaan, dikenal sebagai ternak akun.

Metode ini membagi modal ke sejumlah akun yang menjalankan strategi serupa untuk meredam risiko dan menjaga stabilitas kinerja, ketimbang bertumpu pada satu akun besar.

Langkah Dan Data Performa

Trader tersebut, Narko Santoso, certified technical analyst sekaligus pendiri komunitas trading NS Trade, kini tercatat di peringkat ke-46 di MQL5. Platform itu memonitor kinerja signal trading publik berdasarkan metrik seperti profit, drawdown, dan konsistensi.

Salah satu sinyal unggulan Narko telah aktif selama 193 minggu atau hampir empat tahun. Dalam periode itu tercatat 1.585 transaksi dengan win rate 78% dan profit factor 2,55.

Portofolio Multi-Akun

Beberapa akun lain yang dikelola dengan pendekatan serupa menunjukkan hasil serupa. Salah satu akun dengan saldo US$125.000 mencatat win rate 73% dan profit factor 2,16 selama 151 minggu.

Akun lain dengan saldo US$122.000 pada pasangan AUD/CAD mencatat win rate 78% dan profit factor 2,90. Sementara akun berkapital US$116.000 mencatat 1.774 transaksi dengan win rate 78% dan profit factor 2,32.

Kunci Strategi

Menurut Narko, inti dari metode ini adalah disiplin dalam manajemen risiko dan kemampuan mempertahankan performa stabil di banyak akun secara simultan, bukan mengejar keuntungan besar pada satu akun tunggal.

“Di dunia trading, mempertahankan konsistensi dalam jangka panjang jauh lebih penting dibandingkan sekadar mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat,”

kata Narko dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026). Ia menambahkan bahwa fokusnya adalah membangun banyak akun yang sehat dan konsisten sehingga mampu memberikan hasil berkelanjutan setiap bulan.