Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada penutupan perdagangan Jumat (19/6/2026), naik 4,8 poin atau 0,08% ke level 6.177,10.

Penguatan indeks berlangsung di tengah pergerakan saham yang bervariasi, dengan sejumlah emiten mencatat kenaikan harga signifikan hari ini.

Ringkasan Perdagangan

Total nilai transaksi di Bursa mencapai Rp 26,4 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 353 saham menguat, 358 saham melemah, dan 248 saham stagnan.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 30,57 miliar saham dengan frekuensi mencapai 1.710 juta kali.

Performa Sektor

Sektor infrastruktur memimpin penguatan sektor hari ini, naik 1,61%. Diikuti sektor kesehatan yang menguat 1,52% dan sektor barang konsumen non-primer naik 1,09%.

Penguatan lain tercatat pada sektor barang konsumen primer (0,4%) dan sektor transportasi (0,2%). Sebaliknya, sektor properti mengalami koreksi terbesar sebesar 1,86% dan sektor barang baku turun 1,83%.

Sektor teknologi terkoreksi 1,01%, sektor keuangan turun 0,75%, sektor perindustrian melemah 0,2%, dan sektor energi turun 0,03%.

Sentimen Pasar

Rumusan Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik. Di sisi global, implementasi kesepakatan damai tentatif antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan mulai meredakan ketegangan geopolitik dan menekan harga minyak dunia.

Kesepakatan itu, menurut laporan, diikuti pencabutan blokade laut Iran oleh AS. Namun, Wakil Presiden AS JD Vance disebut menegaskan bahwa setiap keringanan ekonomi terhadap Teheran akan bergantung pada kepatuhan Iran terhadap ketentuan perjanjian. Selain itu, pasar masih dibayangi kekhawatiran terkait kebijakan moneter ketat The Fed.

Dari dalam negeri, Pilarmas menilai Indonesia masih dikategorikan sebagai emerging market meski membutuhkan perbaikan tata kelola dan transparansi pasar. Lembaga yang sama juga mencatat sorotan dari MSCI terhadap aspek Information Flow, terkait lemahnya transparansi kepemilikan saham serta adanya kekhawatiran soal perdagangan terkoordinasi, yang membatasi potensi kenaikan IHSG.

Saham-Saham dengan Kenaikan Signifikan

Di tengah penguatan indeks, lima saham tercatat memberikan keuntungan terbesar dalam sehari dengan kenaikan antara 20% hingga 34%:

  • PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) melesat 34,29% menjadi Rp 94.
  • PT Bank JTrust Tbk (BCIC) naik 25% ke Rp 145.
  • PT Mega Perintis Tbk (ZONE) melonjak 25% menjadi Rp 545.
  • PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) meningkat 20,79% menjadi Rp 2.150.
  • PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) terangkat 20% menjadi Rp 7.800.

Saham-Saham Tertekan

Di sisi lain, beberapa saham mengalami koreksi signifikan, antara lain:

  • PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) longsor 14,97% menjadi Rp 16.325.
  • PT Bank Permata Tbk (BNLI) ambles 14,83% menjadi Rp 2.700.
  • PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) turun 11,31% menjadi Rp 392.
  • PT Super Energy Tbk (SURE) terjungkal 10,19% menjadi Rp 2.820.
  • PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) terkikis 9,88% menjadi Rp 1.505.