— Mehdi Benatia dipastikan akan tetap menjabat sebagai Direktur Olahraga Olympique Marseille hingga akhir musim 2025/2026. Keputusan ini diambil setelah pemilik klub, Frank McCourt, menolak tawaran pengunduran diri yang diajukan oleh Benatia. Sebelumnya, Benatia dikabarkan mengajukan pengunduran diri menyusul pemecatan pelatih Roberto De Zerbi pada 17 Februari 2026.

Tawaran pengunduran diri Benatia tersebut muncul hanya berselang beberapa hari setelah kepergian Roberto De Zerbi dari kursi kepelatihan tim. Benatia, yang menjabat sebagai Direktur Olahraga sejak Januari 2025, merasa bertanggung jawab atas situasi yang dihadapi klub dan ingin menunjukkan solidaritasnya kepada De Zerbi.

Ia merasa bahwa dirinya, sebagai kepala departemen olahraga, turut andil dalam keputusan-keputusan yang mengarah pada arah tim saat ini. Namun, pemilik klub, Frank McCourt, dan presiden Pablo Longoria menolak pengunduran diri tersebut demi menjaga stabilitas klub di tengah periode sulit ini.

Peran Benatia dan Konteks Pengunduran Diri

Benatia, mantan pemain internasional Maroko yang pernah membela klub-klub besar Eropa seperti Bayern Munich dan Juventus, kembali ke Marseille pada November 2023 sebagai penasihat olahraga.

Ia kemudian dipromosikan menjadi Direktur Olahraga pada Januari 2025, dengan tugas utama mengelola rekrutmen pemain dan proyek olahraga klub secara keseluruhan. Tujuannya adalah membangun skuad yang kompetitif meski dalam batasan finansial dan mengembalikan Marseille ke level yang layak, termasuk kualifikasi Liga Champions secara konsisten.

Keputusan Benatia untuk menawarkan pengunduran diri tidak mengejutkan banyak pihak. Ia sebelumnya telah mengisyaratkan perlunya perubahan kepemimpinan seiring meningkatnya kritik dari penggemar dan media.

Para pendukung telah menyuarakan frustrasi mereka terkait performa tim, keseimbangan skuad, dan taktik, terutama dalam pertandingan-pertandingan besar. Kekalahan telak 5-0 dari Paris Saint-Germain pada 14 Februari 2026, yang terjadi hanya 48 jam sebelum pemecatan De Zerbi, menjadi salah satu pemicu tekanan yang semakin besar.

Restrukturisasi Kepemimpinan Klub

Penolakan tawaran pengunduran diri Benatia oleh Frank McCourt diikuti dengan restrukturisasi peran dalam manajemen klub. McCourt meminta Benatia untuk tetap berada di posisinya hingga akhir musim demi memastikan stabilitas institusional dan olahraga klub. Benatia kini akan mengawasi seluruh kegiatan olahraga klub, termasuk peran krusial dalam pemilihan pelatih baru.

Hal ini secara signifikan mengurangi pengaruh presiden klub, Pablo Longoria, yang perannya akan berevolusi lebih ke arah tanggung jawab institusional dan representasi Marseille di badan-badan sepak bola Prancis dan Eropa.

Peran Longoria, yang telah menjabat sebagai presiden sejak Februari 2021, memang berada di bawah tekanan pasca eliminasi dari Liga Champions, kekalahan telak dari PSG, dan mundurnya Roberto De Zerbi. Dengan Benatia yang kini memegang kendali penuh atas urusan sepak bola, fokus utama adalah menemukan pelatih pengganti yang tepat.

Pemilik klub berharap langkah ini dapat mengembalikan kepercayaan dan mendorong Marseille kembali ke jalur pencapaian tujuan mereka. McCourt sendiri dijadwalkan bertemu dengan beberapa kelompok ultras untuk menjelaskan peta jalan klub ke depan.

Perjalanan Karier Benatia di Marseille

Kembalinya Mehdi Benatia ke Marseille memiliki makna simbolis dan strategis. Ia memulai karier bermainnya di akademi klub sebelum hijrah ke beberapa klub Eropa ternama. Setelah pensiun sebagai pemain, ia kembali ke Marseille pada November 2023 sebagai penasihat olahraga.

Promosinya menjadi Direktur Olahraga pada Januari 2025 menandai tanggung jawab yang lebih besar dalam membentuk masa depan klub. Keputusannya untuk bertahan, meskipun sempat mengajukan pengunduran diri, menunjukkan komitmennya untuk membantu klub melewati masa-masa sulit dan mencapai target yang telah ditetapkan.