— Mehdi Benatia telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai direktur olahraga Olympique de Marseille (OM). Keputusan mengejutkan ini diumumkan oleh mantan bek tengah tim nasional Maroko tersebut melalui unggahan di akun media sosialnya pada Minggu, 15 Februari 2026.

Pengunduran diri Benatia menyusul kepergian pelatih Roberto De Zerbi yang juga meninggalkan klub pada awal pekan ini. Benatia, yang sebelumnya menyatakan akan mengaitkan masa depannya dengan De Zerbi, kini memilih untuk mengambil langkah serupa setelah pelatih asal Italia tersebut hengkang.

Alasan di Balik Pengunduran Diri

Dalam pernyataannya, Benatia menjelaskan bahwa keputusannya untuk meninggalkan OM didasari oleh rasa tanggung jawab dan ketidakmampuannya untuk menenangkan iklim yang kurang kondusif di dalam klub. Ia merasa ada “kekurangan kepuasan yang terus meningkat, sebuah keretakan yang sangat saya sesali” di dalam klub.

Benatia menekankan bahwa ia telah mengajukan pengunduran dirinya pada Senin, 9 Februari 2026, beberapa jam sebelum kepergian De Zerbi. “Saya pergi dengan perasaan telah melakukan yang terbaik di tingkat profesional, tetapi dengan penyesalan karena gagal menenangkan suasana di sekitar skuad,” ujar Benatia, dilansir dari berbagai laporan media Prancis.

Ia menambahkan, “Skuad ini, menurut saya, jelas mampu memenuhi target yang diminta.” Keputusan ini diambil Benatia setelah mempertimbangkan secara matang, dengan keyakinan bahwa klub selalu lebih penting daripada individu. Ia tidak ingin kehadirannya menjadi hambatan atau beban bagi organisasi dan perkembangannya.

Penolakan Awal dan Keputusan Final

Sebelumnya, beredar laporan bahwa Benatia sempat menawarkan pengunduran dirinya menyusul kepergian De Zerbi. Namun, tawaran tersebut ditolak oleh jajaran eksekutif klub. Benatia sempat bertahan di posisinya, namun ia kini mengonfirmasi bahwa pengunduran dirinya bukanlah sekadar tawaran, melainkan keputusan yang sudah final.

Benatia bergabung dengan Olympique Marseille sebagai direktur olahraga pada November 2023, setelah kesepakatan tercapai dengan klub. Selama masa jabatannya, ia diharapkan dapat membawa pengalaman dan jaringan luasnya untuk membantu klub mengembalikan kejayaannya.

Krisis yang Melanda Marseille

Pengunduran diri Benatia ini semakin memperdalam krisis yang tengah melanda Olympique Marseille. Klub yang dijuluki Les Phocéens ini sedang berada dalam situasi yang sulit, meskipun masih berada di jalur persaingan untuk kualifikasi Liga Champions dan Piala Prancis.

Berbagai laporan media menyebutkan adanya ketegangan internal yang meningkat, hubungan yang memburuk antara Benatia dan Presiden Pablo Longoria, serta suasana yang kurang harmonis di ruang ganti pemain. Situasi ini berdampak negatif pada stabilitas tim secara keseluruhan.

Dampak Bagi Klub

Dengan hengkangnya Benatia, Olympique Marseille kini harus mencari pengganti tidak hanya untuk posisi pelatih kepala, tetapi juga untuk direktur olahraga. Hal ini tentu akan menambah tantangan bagi klub dalam upaya mereka untuk mencapai target musim ini.

Meskipun demikian, Benatia tetap menyampaikan harapan terbaiknya bagi para pemain dan staf untuk sisa musim ini. “Saya mendoakan kesuksesan bagi para pemain dan staf untuk sisa musim ini,” tutupnya dalam pernyataan yang dibagikan.

Kepergian Benatia menimbulkan pertanyaan mengenai masa depan proyek klub dan bagaimana OM akan menavigasi periode sulit ini ke depannya. Keputusan ini menandai babak baru yang penuh tantangan bagi Olympique Marseille.