— Olympique Marseille secara resmi mengumumkan penunjukan Habib Beye sebagai manajer baru tim profesional mereka. Mantan pemain klub tersebut menandatangani kontrak yang akan mengikatnya hingga musim panas 2027. Keputusan ini diambil menyusul kepergian Roberto De Zerbi dari kursi kepelatihan.

Habib Beye, yang pernah membela Marseille selama dua tahun di masa karier bermainnya, diharapkan dapat membawa stabilitas dan identitas baru bagi tim yang sedang berjuang di Ligue 1 Prancis. Penunjukannya terjadi setelah De Zerbi meninggalkan klub menyusul kekalahan telak 5-0 dari rival abadi Paris Saint-Germain dalam laga Le Classique. Beye sendiri baru saja diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih Rennes beberapa hari sebelum De Zerbi meninggalkan Marseille.

Perjalanan Karier Habib Beye

Perjalanan karier kepelatihan Habib Beye menunjukkan ambisi dan kedalaman pemahamannya terhadap sepak bola. Ia memulai karier kepelatihannya di Red Star FC pada tahun 2021. Di klub tersebut, Beye berhasil menerapkan identitas permainan yang jelas, menekankan disiplin, intensitas, dan ambisi. Gaya manajemennya yang berlandaskan standar tinggi dan akuntabilitas pemain sejalan dengan apa yang ia tunjukkan saat masih aktif bermain.

Di bawah kepelatihannya, Red Star FC berhasil menjadi juara National dan promosi ke Ligue 2. Namun, ia kemudian memutuskan untuk meninggalkan klub tersebut demi bergabung dengan Stade Rennais. Keputusan ini menandai langkah maju dalam kariernya, meskipun kepelatihannya di Rennes berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Penunjukan sebagai manajer Marseille ini menjadi babak baru yang signifikan dalam karier kepelatihan Beye.

Tantangan Baru di Marseille

Marseille saat ini berada di posisi keempat klasemen Ligue 1 dengan 12 pertandingan tersisa di musim 2025/2026. Tim tersebut tertinggal lima poin dari Lyon di posisi ketiga dan dua belas poin dari pemuncak klasemen Lens. Posisi empat besar sangat krusial karena menentukan kelayakan tim untuk kompetisi Eropa musim depan, di mana tiga tim teratas akan lolos otomatis ke Liga Champions, dan tim peringkat keempat akan masuk kualifikasi.

Beye ditugaskan untuk menyelamatkan musim Marseille yang sedang berada dalam tren menurun. Kehadirannya diharapkan membawa dampak positif dan mengangkat performa tim. Pengalamannya sebagai pemain di Marseille dan pengetahuannya yang mendalam tentang lingkungan klub diyakini menjadi aset penting dalam upaya membawa tim ke level berikutnya. Pengumuman resmi penunjukan Beye dilakukan pada Rabu (19/02/2026), dan ia dijadwalkan menjalani pertandingan pertamanya sebagai pelatih Marseille pada hari Jumat, dalam laga tandang melawan Brest.

Konteks Pergantian Pelatih

Pergantian pelatih di Olympique Marseille ini terjadi dalam situasi yang cukup dinamis. Roberto De Zerbi meninggalkan klub setelah periode yang singkat, dipicu oleh kekalahan telak dalam laga El Clasico. Keputusan ini juga terjadi di tengah potensi perubahan dalam hierarki klub, termasuk sempat adanya isu pengunduran diri direktur olahraga Medhi Benatia. Namun, pemilik klub, Frank McCourt, memutuskan untuk mempertahankan Benatia dengan perluasan mandat, yang dinilai turut memastikan kedatangan Beye.

Penunjukan Beye ini juga menarik karena terjadi tak lama setelah ia diberhentikan dari Stade Rennais. Keputusan tersebut sempat menimbulkan ketidakpastian terkait kedatangannya ke Marseille. Namun, dengan finalisasi kesepakatan pemutusan kontraknya dengan Rennes, jalan bagi Beye untuk memimpin skuad OM menjadi lebih terbuka. Klub berharap dengan penunjukan Beye, serta potensi perubahan lain dalam manajemen, Marseille dapat menemukan kembali performa terbaiknya dan bersaing di papan atas.