Ihram.co.id — Cagliari kembali menunjukkan performa impresif di Serie A. Bertandang ke Stadion Artemio Franchi, tim asal Sardinia itu sukses membawa pulang tiga poin usai menundukkan Fiorentina dengan skor 2-1 pada Minggu (25/12026) dini hari.
Kemenangan ini semakin istimewa karena menjadi lanjutan tren positif Cagliari, yang sebelumnya juga secara mengejutkan menaklukkan Juventus. Sebaliknya, Fiorentina harus menelan kekalahan pahit di laga kandang yang sarat emosi bagi seluruh elemen klub.
Laga Sarat Emosi di Artemio Franchi
Pertandingan ini menjadi momen penuh haru bagi Fiorentina. Ini merupakan laga kandang pertama La Viola sejak wafatnya Presiden klub, Rocco Commisso.
Sebelum pertandingan dimulai, suasana khidmat menyelimuti stadion. Para pemain akademi Fiorentina membawa mawar putih sebagai bentuk penghormatan, disusul pemutaran video perjalanan Commisso yang mendapat sambutan tepuk tangan dari seluruh stadion selama satu menit.
Fiorentina Dominan di Awal Pertandingan
Didukung publik sendiri, Fiorentina langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Tekanan demi tekanan dilancarkan oleh pasukan tuan rumah.
Peluang pertama hadir melalui Albert Gudmundsson, namun sepakan pemain asal Islandia itu masih melenceng tipis dari gawang Cagliari. Sayangnya, dominasi tersebut gagal dikonversi menjadi gol pembuka.
Serangan Balik Cagliari Berbuah Gol
Alih-alih unggul, Fiorentina justru kebobolan lebih dulu pada menit ke-25. Cagliari memanfaatkan kelengahan lini belakang tuan rumah melalui serangan balik cepat.
Umpan Ze Pedro mengarah ke Marco Palestra di sisi kanan. Pemain muda itu kemudian melepaskan umpan silang akurat ke tiang jauh yang disambut sundulan Semih Kilicsoy. Bola sempat mengenai Pietro Comuzzo sehingga membuat David De Gea tak mampu menghalau sepenuhnya. Cagliari unggul 1-0 hingga turun minum.
Gol Perdana Palestra Gandakan Keunggulan
Memasuki babak kedua, Fiorentina mencoba meningkatkan intensitas serangan dengan memasukkan Giovanni Fabbian. Namun, justru Cagliari yang kembali mencetak gol.
Pada menit ke-58, Marco Palestra mencatatkan namanya di papan skor. Melalui rangkaian umpan dari sisi kiri ke kanan, Palestra melepaskan tembakan mendatar dari jarak dekat yang mengarah ke pojok gawang, sekaligus menjadi gol perdananya di Serie A dan membawa Cagliari unggul 2-0.
Fiorentina Bangkit, Tapi Gagal Menyamakan Skor
Fiorentina tak tinggal diam dan berhasil memperkecil ketertinggalan melalui Marco Brescianini. Memanfaatkan umpan silang mendatar dari Dodo, Brescianini lebih cepat menyambar bola dibanding Ze Pedro untuk mengubah skor menjadi 2-1.
Gol tersebut membangkitkan semangat La Viola. Fiorentina nyaris menyamakan kedudukan lewat sundulan Brescianini, namun Yerry Mina melakukan penyelamatan heroik di garis gawang. Tak lama berselang, Elia Caprile juga tampil gemilang dengan menepis tendangan voli Giovanni Fabbian.
Cagliari Bertahan Hingga Peluit Akhir
Tekanan Fiorentina terus berlanjut hingga masa injury time. Bahkan kiper David De Gea sempat naik membantu serangan dan melakukan penyelamatan penting saat menggagalkan peluang Gennaro Borrelli dengan satu tangan.
Namun, pertahanan disiplin Cagliari berhasil menjaga keunggulan. Skor 2-1 bertahan hingga laga usai, sekaligus mengakhiri catatan empat laga tak terkalahkan Fiorentina dan menegaskan kebangkitan Cagliari di papan klasemen Serie A.
Ikuti Ihram.co.id
