Fenomena El Niño kini dipastikan hadir dan memicu kekhawatiran di kalangan ilmuwan karena berpotensi memperparah gelombang panas dan pola cuaca ekstrem secara global. Badan cuaca Amerika Serikat menyatakan kedatangan El Niño berbarengan dengan tren pemanasan jangka panjang yang bisa mendorong rekor suhu rata-rata dunia.
Ahli meteorologi Nat Johnson menyatakan bahwa peluang munculnya catatan suhu global tertinggi akan meningkat secara signifikan jika El Niño yang kuat terjadi di tengah pemanasan global yang terus berlangsung. Peringatan dini mulai dikeluarkan oleh otoritas di berbagai wilayah, termasuk Eropa, India, dan Australia.
Pengaruh Luas Meski Berasal dari Pasifik
El Niño berakar di kawasan Pasifik tropis, namun dampaknya tak terbatas di sana. Johnson menjelaskan bahwa perubahan pada jet streams dan sirkulasi atmosfer dapat membawa efek jauh hingga ke berbagai benua, termasuk gangguan pada ekosistem laut dan industri perikanan.
Fenomena ini juga diperkirakan akan lebih dulu berdampak pada wilayah tropis, dengan potensi kekeringan parah di kawasan seperti Indonesia dan bagian utara Amazon. Dalam laporan resmi, diperkirakan ada peluang 63% El Niño yang sangat kuat akan terjadi pada periode November hingga Januari mendatang.
Dampak Musiman di Amerika Serikat
Prediksi dampak spesifik di daratan Amerika Serikat dinilai kompleks karena melibatkan interaksi sistem cuaca lokal. Secara umum, pelepasan panas laut ke atmosfer dapat mengubah pola sirkulasi udara dan curah hujan ribuan mil jauhnya.
Pada fase El Niño tipikal, dampak terkuat terjadi pada lintang menengah hingga tinggi pada akhir musim gugur dan musim dingin. Wilayah selatan AS diperkirakan akan mengalami curah hujan lebih tinggi, kawasan paling utara cenderung lebih hangat, sementara bagian barat laut Pasifik berpotensi menjadi lebih kering.
Sisi timur AS biasanya melihat penurunan pembentukan badai di Samudra Atlantik saat El Niño berlangsung. Namun para ilmuwan mengingatkan warga agar tetap waspada karena suhu permukaan laut Atlantik yang lebih hangat tetap bisa memperkuat badai yang terbentuk. Sementara itu, El Niño tidak melemahkan badai yang terbentuk di Samudra Pasifik.
Penjelasan Siklus ENSO dan Dampak Jangka Panjang
El Niño merupakan fase dari siklus alami El Niño–Southern Oscillation (ENSO). Fenomena ini terjadi ketika angin pasat yang biasanya kuat dari timur ke barat melemah, sehingga massa air hangat permukaan bergerak ke arah timur mendekati Amerika Selatan.
Pergerakan massa air hangat ini melepaskan energi panas ke atmosfer. Ketika panas laut terangkat ke permukaan, suhu rata-rata global cenderung meningkat. Siklus serupa sempat memicu rekor tahun terpanas dalam periode 2023–2024.
Meskipun El Niño adalah bagian dari variabilitas iklim alami, efek negatifnya kini bertambah intens akibat pemanasan global yang dipicu aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil. Tren suhu global dalam beberapa tahun terakhir telah menempatkan tahun-tahun terbaru di antara yang terpanas dalam catatan modern, bahkan tanpa mempertimbangkan pengaruh El Niño.
Ikuti Ihram.co.id
