Ihram.co.id — Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin menegaskan ambisinya untuk kembali bersaing di papan atas dan menantang dominasi Marc Marquez pada musim MotoGP 2026. Rider tim Aprilia Racing itu mengaku siap memberikan segalanya demi kembali ke perebutan gelar, meski masih dibayangi pemulihan cedera dan proses adaptasi dengan motor baru.
Martin menyebut dirinya tidak memiliki “rencana cadangan” selain kembali kompetitif dan bersaing dengan para rival kuat dari Ducati Lenovo Team serta tim-tim papan atas lainnya.
Baca Juga: Ducati Diprediksi Masih Mendominasi MotoGP 2026, Ini 5 Alasannya
Fokus Pulih dan Adaptasi Motor Baru
Martin menjalani musim 2025 yang sulit akibat serangkaian cedera yang membuatnya absen dalam beberapa balapan. Pembalap asal Spanyol itu hanya tampil dalam tujuh Grand Prix setelah mengalami beberapa kali masa pemulihan panjang.
Selama jeda musim dingin, Martin menjalani dua operasi untuk mengatasi masalah cedera yang belum sepenuhnya pulih, termasuk pada tangan kiri dan tulang selangka kanan. Kondisi tersebut membuatnya absen dari tes pramusim Sepang dan masih menunggu izin medis untuk kembali ke lintasan.
Meski demikian, Martin tetap optimistis dapat bersaing jika kondisi fisiknya pulih dan mampu beradaptasi cepat dengan motor Aprilia versi terbaru.
“Jika saya bisa beradaptasi dengan baik dan segera siap secara fisik, saya punya peluang. Tidak ada rencana lain. Saya akan memberikan segalanya untuk kembali bertarung,” ujar Martin yang kami kutip dari MotoGPnews.
Ia menegaskan peluang perebutan gelar sangat bergantung pada kecepatan adaptasinya terhadap motor RS-GP terbaru.
“Jika saya bisa menemukan kepercayaan diri dalam dua atau tiga balapan pertama, apa pun bisa terjadi karena motor ini bekerja dengan sangat baik,” tambahnya.
Aprilia Siapkan Pengembangan Agresif untuk 2026
Aprilia menghadirkan pengembangan signifikan pada motor RS-GP untuk musim 2026, termasuk peningkatan aerodinamika dengan desain sayap belakang baru yang terinspirasi teknologi Formula 1.
Martin menilai motor terbaru Aprilia terlihat lebih mudah dikendalikan dibandingkan versi sebelumnya yang ia coba pada tes pascamusim Valencia 2025. Ia juga terkesan dengan performa rekan setimnya, yang menunjukkan daya saing motor dalam simulasi balapan dan catatan waktu.
Pengembangan tersebut diharapkan mampu membantu Aprilia menyaingi dominasi Ducati yang masih menjadi tolok ukur performa di MotoGP.
Kualifikasi Jadi PR Terbesar
Selain persoalan kebugaran dan adaptasi motor, Martin mengidentifikasi sesi kualifikasi sebagai aspek yang harus ia tingkatkan musim ini. Pada musim sebelumnya, ia kerap kesulitan mendapatkan posisi start ideal, yang berdampak pada hasil balapan.
Menurutnya, peningkatan performa kualifikasi hanya bisa dicapai setelah memahami sepenuhnya karakter motor.
“Musim lalu saya mengalami banyak kesulitan saat kualifikasi. Tapi ketika saya memahami motor, batas kemampuannya, dan potensinya, catatan waktu akan datang,” jelasnya.
Martin menilai dari segi kecepatan balap ia tidak tertinggal jauh dari para rival, sehingga posisi start menjadi faktor krusial dalam persaingan.
Target Kembali ke Perebutan Gelar
Dengan kondisi motor yang dinilai kompetitif dan proses pemulihan yang terus berjalan, Martin menatap musim 2026 dengan pendekatan all-out. Ia berharap bisa kembali menantang Márquez serta para pembalap papan atas lainnya dalam perebutan gelar juara dunia.
Meski menahan optimisme berlebihan, Martin melihat sinyal positif dari performa motor dan perkembangan tim sepanjang pramusim.
“Saya tidak ingin terlalu optimistis, tetapi motor bekerja sangat baik. Semua akan bergantung pada kemampuan saya untuk beradaptasi,” kata Martin.
Baca Juga: Casey Stoner Sebut Marc Marquez “Final Boss” MotoGP 2026, Rival Gagal Eksploitasi Kelemahan
Jika proses adaptasi berjalan cepat dan kondisi fisiknya pulih sepenuhnya, Martin berpotensi menjadi salah satu penantang serius dalam persaingan gelar MotoGP 2026.
Ikuti Ihram.co.id
