— Perjalanan Karl “KarlTzy” Nepomuceno selaku GOAT MLBB di Kejuaraan Dunia Mobile Legends: Bang Bang M7 harus berakhir lebih awal. Tim Liquid tersingkir setelah kalah tipis 3-2 dari Alter Ego di semifinal lower bracket pada Sabtu (14/1/2023).

Kekalahan ini tidak hanya menghentikan langkah Tim Liquid, tetapi juga memupus harapan mereka untuk meraih pencapaian ‘Golden Road’ yang belum pernah terjadi sebelumnya di kancah Mobile Legends: Bang Bang.

Meskipun demikian, kekalahan ini tidak mengurangi status KarlTzy sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.

Justru, hasil ini membuktikan bahwa ia adalah manusia biasa yang mampu merasakan kekalahan, belajar darinya, dan bangkit kembali.

“Kenapa [meskipun saya sudah menjadi GOAT (terhebat sepanjang masa), saya tetap bisa kalah], karena memang begitulah kenyataannya. Semua orang bisa kalah, semua GOAT juga pernah kalah.” ujar KarlTzy dikutip dari GMA News Online pada Sabtu (24/1/2026).

Ia menambahkan, “Mungkin perbedaan saya dengan yang lain adalah kami akan bangkit dan membalasnya.” Pernyataan ini mengisyaratkan tekadnya untuk kembali lebih kuat di turnamen mendatang.

Perjalanan Berliku Tim Liquid di M7

Sejak awal, kiprah Tim Liquid di M7 memang diwarnai perjuangan yang tidak mudah. Mereka mengakhiri babak Swiss Stage dengan rekor 3-1, setelah menelan kekalahan dari juara Malaysia, SRG, di ronde ketiga.

Langkah mereka semakin berat ketika kalah dari kompatriot mereka, Aurora Gaming, di babak pembuka upper bracket. Kekalahan tersebut memaksa mereka turun ke lower bracket, di mana jalan menuju gelar juara menjadi jauh lebih terjal.

Namun, Tim Liquid menunjukkan ketangguhan dengan bangkit mengalahkan juara Indonesia, ONIC Esports, sebelum menyingkirkan Aurora Turkey. Perjuangan mereka berlanjut hingga semifinal lower bracket melawan Alter Ego.

Evaluasi dan Harapan ke Depan

Sayangnya, performa Tim Liquid tidak konsisten hingga game kelima melawan Alter Ego. Tim asal Indonesia itu akhirnya melanjutkan perjuangan mereka di final lower bracket melawan SRG.

Meskipun demikian, KarlTzy tetap optimis. Ia menilai bahwa kekalahan ini justru akan menjadi motivasi tambahan bagi timnya untuk bangkit di turnamen selanjutnya.

“Sangat menyedihkan, tapi memang begitulah adanya, tidak mungkin selalu menang. Saya juga sudah memperkirakan bahwa kami akan mendapat kesulitan di Worlds kali ini karena semua tim memang menjadikan kami sebagai tolok ukur dan target,” ungkap KarlTzy.

Ia menambahkan, “Jadi mungkin ini juga bisa menjadi pelepas tekanan bagi kami di turnamen-turnamen berikutnya. Namun, kami akan mencoba mengulanginya lagi.” Pernyataannya ini menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi kekalahan dan fokus pada perbaikan di masa depan.