— Juara dunia Formula 1 bertahan, Lando Norris, mengungkapkan penilaian jujurnya terhadap mobil Formula 1 generasi 2026 yang mulai diuji coba menjelang penerapan regulasi baru musim depan. Pebalap McLaren itu menilai karakter mobil anyar F1 terasa berbeda dan dalam beberapa aspek justru menyerupai mobil Formula 2.

Musim F1 2026 akan menandai perubahan besar dalam sejarah olahraga balap jet darat tersebut. Regulasi teknis terbaru menghadirkan mobil yang lebih kecil dan lebih ringan, menggantikan konsep ground effect yang digunakan sejak 2022.

Selain itu, Formula 1 juga mengadopsi aerodinamika aktif serta perubahan signifikan pada unit tenaga.

Kesan Norris dari Pengujian Perdana

Hampir seluruh tim F1, kecuali Williams, telah menjalani shakedown mobil 2026 di Barcelona. Sesi tersebut menjadi uji lintasan pertama untuk melihat implementasi nyata dari regulasi baru yang selama ini hanya disimulasikan melalui data dan simulator.

Dalam konferensi pers tim McLaren, Norris mengakui bahwa cara mengemudikan mobil 2026 menuntut pendekatan berbeda dibandingkan mobil F1 generasi sebelumnya.

“Mobil ini terasa seperti mobil F2 dalam beberapa hal, terutama dari bagaimana Anda harus mengemudikannya,” ujar Norris sebagaimana kami kutip dari Crash.net, Kamis (5/2).

Ia mengaku belum sepenuhnya yakin apakah karakter tersebut sesuai dengan gaya balapnya. Namun, Norris menilai pengujian di Barcelona tetap memberi banyak pemahaman awal bagi dirinya dan tim.

Menurutnya, karakter lintasan Barcelona yang didominasi tikungan cepat dan lebar belum cukup merepresentasikan tantangan sesungguhnya yang akan dihadapi sepanjang musim.

“Barcelona banyak tikungan gigi tiga dan empat, cukup terbuka. Ketika nanti kami ke sirkuit jalan raya, lintasan yang lebih lambat atau bergelombang, itu masih menjadi pertanyaan besar,” katanya.

Bahrain Jadi Ujian Penting Regulasi Baru

Norris menyebut seri Bahrain akan menjadi tolok ukur penting untuk melihat bagaimana mobil 2026 bekerja di lintasan dengan karakter berbeda. Ia menegaskan bahwa proses adaptasi masih panjang dan akan menjadi tantangan bagi seluruh tim.

Meski demikian, Norris tetap menunjukkan optimisme. Ia percaya pada kemampuannya sebagai pebalap dan pada kesiapan McLaren dalam menghadapi perubahan besar ini.

“Ini akan menjadi kurva pembelajaran, bukan hanya untuk saya dan tim, tetapi untuk semua orang di grid,” ujarnya.

Perubahan Besar pada Konsep Mesin F1 2026

Regulasi F1 2026 juga membawa perubahan mendasar pada unit tenaga. Formula 1 akan menerapkan pembagian daya seimbang antara mesin pembakaran internal dan motor listrik, dengan komposisi 50:50.

Perubahan ini meningkatkan peran manajemen energi dalam satu lap balapan. Isu seperti lift and coast bahkan saat kualifikasi mulai menjadi perhatian, memicu kekhawatiran bahwa Formula 1 akan kehilangan sebagian identitas agresifnya.

Piastri Nilai Kekhawatiran Terlalu Berlebihan

Rekan setim Norris, Oscar Piastri, menilai kekhawatiran soal hilangnya identitas Formula 1 tidak sepenuhnya beralasan. Menurut pebalap asal Australia itu, sebagian besar ketakutan yang muncul sebelum pengujian justru mulai terjawab setelah mobil benar-benar turun ke lintasan.

Piastri menyebut lift and coast sebenarnya bukan hal baru dalam Formula 1, meski konteks penggunaannya nanti bisa berbeda, terutama saat sesi kualifikasi.

Ia meyakini bahwa meski ada perubahan visual dan karakter berkendara, esensi Formula 1 tidak akan hilang.

“Mobil-mobil ini tetap akan sangat cepat. Dari tribun penonton, mereka masih akan terlihat mengesankan. Secara fundamental, ini tetap Formula 1,” ujar Piastri.

Dengan regulasi baru yang mulai menunjukkan dampaknya, Formula 1 2026 dipastikan akan menjadi era transisi penting yang menuntut adaptasi cepat dari pebalap, tim, dan seluruh ekosistem balap.