— Juara dunia bertahan Marc Marquez mengaku pesimistis dapat menyamai salah satu rekor karier milik legenda MotoGP, Valentino Rossi, yakni tetap kompetitif hingga usia 40 tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan Marquez saat membahas masa depan kariernya, di tengah upayanya mempertahankan performa di level tertinggi setelah melalui sejumlah cedera serius dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Bagnaia Ungkap Kesamaan Marc Marquez dan Valentino Rossi di MotoGP

Realistis Soal Batas Karier

Memasuki usia 33 tahun dan menjalani musim ke-14 di kelas premier, Marquez menegaskan bahwa dirinya tetap ingin balapan selama mungkin. Namun, ia menyadari kondisi fisik menjadi faktor penentu.

“Saya ingin memperpanjang karier selama mungkin, tetapi saya sudah menjalani beberapa operasi. Saya rasa tidak akan sampai usia 40 tahun,” ujar pembalap Ducati tersebut.

Cedera lengan serius yang dialaminya pada 2020 memaksa Marquez menjalani empat kali operasi besar dalam kurun dua tahun. Proses pemulihan panjang itu turut memengaruhi pandangannya terhadap durasi karier di MotoGP.

Rossi Jadi Tolok Ukur Ketahanan

Valentino Rossi dikenal sebagai salah satu pembalap dengan karier terpanjang dan paling konsisten dalam sejarah MotoGP. Ia memulai karier grand prix pada 1996 dan baru pensiun pada akhir musim 2021.

Sepanjang perjalanan tersebut, Rossi meraih gelar juara dunia di kelas 125cc dan 250cc, serta tujuh gelar di MotoGP bersama Honda dan Yamaha.

Bahkan, Rossi masih mampu meraih kemenangan di usia 38 tahun pada Dutch Grand Prix 2017, serta mencatat podium terakhirnya pada 2020 saat berusia 41 tahun.

Pencapaian tersebut membuat Rossi menjadi standar ketahanan karier bagi banyak pembalap, termasuk Marquez.

Baca Juga: Valentino Rossi Sebut Dani Pedrosa Seharusnya Juara MotoGP 2013, Bukan Marc Marquez

Awal Musim 2026 Belum Mulus

Marquez memulai musim 2026 dengan hasil yang belum konsisten. Pada seri pembuka di Thailand Grand Prix, ia kehilangan kemenangan Sprint Race akibat penalti usai duel dengan Pedro Acosta.

Pada balapan utama, Marquez juga gagal finis karena kerusakan pada roda belakang motornya, meski sempat berada dalam posisi kompetitif.

Hasil tersebut membuatnya tertinggal dari pimpinan klasemen sementara menjelang seri berikutnya.

Fokus Bertahan di Level Tertinggi

Dengan kondisi fisik dan persaingan yang semakin ketat, Marquez memilih untuk fokus mempertahankan performa terbaiknya dalam jangka pendek dibanding mengejar rekor umur panjang.

Baca Juga: Bantah Valentino Rossi, Bagnaia Tegaskan Marc Marquez Bukan Penyebab Masalahnya di Ducati

Meski meragukan bisa menyaingi ketahanan karier Rossi, pengalaman, kecepatan, dan mental juara yang dimiliki Marquez tetap menjadikannya salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar MotoGP musim ini.