Ihram.co.id — Legenda balap motor dunia, Valentino Rossi, menilai Dani Pedrosa sebenarnya pantas menjadi juara dunia MotoGP musim 2013. Menurut Rossi, sejumlah insiden dan cedera yang dialami Pedrosa pada musim tersebut membuat peluang gelar juara dunia melayang.
Pedrosa sendiri dikenal sebagai salah satu pembalap paling berbakat yang pernah tampil di MotoGP. Meski meraih banyak kemenangan dan konsisten di papan atas, pembalap Spanyol itu tidak pernah berhasil merebut gelar juara dunia di kelas premier.
Baca Juga: Valentino Rossi: Mustahil Kalahkan Marc Marquez Jika Motornya Lebih Lambat
Pedrosa Dianggap Pantas Meraih Gelar
Komentar Rossi muncul dalam sebuah acara makan malam bersama para anggota MotoGP Hall of Fame yang direkam untuk kanal YouTube resmi MotoGP.
Dalam momen tersebut, Pedrosa terlihat mengambil sebuah medali emas yang berada di atas meja dan bercanda mengenai hal yang belum pernah ia raih selama kariernya di MotoGP.
“Inilah medali yang masih kurang dari saya,” kata Pedrosa.
Mendengar pernyataan itu, Rossi langsung menanggapi bahwa mantan rivalnya tersebut sebenarnya layak memiliki gelar juara dunia MotoGP.
“Anda pantas memilikinya,” ujar Rossi.
Musim 2013 yang Penuh Drama
Musim 2013 menjadi salah satu kesempatan terbaik bagi Pedrosa untuk meraih gelar dunia. Saat itu ia bersaing ketat dengan rekan senegaranya, Marc Marquez, serta juara dunia dua kali, Jorge Lorenzo.
Pedrosa bahkan sempat memimpin klasemen sementara dengan keunggulan sembilan poin menjelang seri di Sachsenring.
Namun, nasib buruk kembali menghampiri pembalap yang saat itu memperkuat Repsol Honda Team.
Pedrosa mengalami kecelakaan saat sesi latihan basah di Sachsenring yang membuat tulang selangkanya cedera dan memaksanya absen pada balapan di sirkuit tersebut. Kehilangan poin penting itu menjadi salah satu titik balik dalam perebutan gelar.
Baca Juga: Valentino Rossi Tegaskan Tak Akan Pernah Naik Motor MotoGP Lagi, Ini Alasannya
Insiden Kontroversial di Aragon
Kesialan Pedrosa belum berakhir. Pada balapan di MotorLand Aragon, ia terlibat kontak dengan Marquez yang menyebabkan kabel sistem traction control pada motornya terlepas.
Akibat kerusakan tersebut, motor Pedrosa kehilangan kontrol traksi dan mengalami highside yang membuatnya gagal finis.
Rossi menilai momen tersebut sangat merugikan Pedrosa dalam perburuan gelar juara dunia.
“Ada momen pada 2010 ketika Anda cedera di Motegi, itu juga kesempatan bagus,” kata Rossi kepada Pedrosa.
“Dan ketika Marquez merusak traction control Anda, itu tahun 2013. Anda seharusnya memenangkan gelar pada tahun itu.”
Pada akhirnya, musim 2013 dimenangi oleh Marquez yang saat itu menjalani musim rookie di MotoGP. Pedrosa harus puas mengakhiri musim di posisi ketiga klasemen dengan selisih 34 poin dari Marquez.
Salah Satu Pembalap Terbaik Tanpa Gelar
Sepanjang kariernya, Pedrosa sebenarnya memiliki prestasi yang sangat impresif.
Ia merupakan juara dunia tiga kali di kelas yang lebih rendah sebelum naik ke MotoGP, serta enam kali finis di posisi tiga besar klasemen akhir.
Pedrosa juga tiga kali menjadi runner-up MotoGP pada musim 2007, 2010, dan 2012.
Dengan lebih dari 24 kemenangan di kelas premier, Pedrosa tetap diakui sebagai salah satu pembalap terbaik dalam sejarah MotoGP meski tidak pernah meraih gelar juara dunia.
Prestasi tersebut membuatnya tetap memenuhi syarat untuk masuk ke dalam MotoGP Hall of Fame.
Faktor Fisik Jadi Kendala
Selain sejumlah insiden balapan, banyak pengamat menilai faktor fisik juga menjadi salah satu kendala bagi Pedrosa untuk meraih gelar dunia.
Posturnya yang relatif kecil membuatnya kesulitan mengendalikan motor MotoGP generasi lama yang dikenal sangat agresif.
Pembalap Spanyol lainnya, Aleix Espargaro, bahkan pernah mengatakan bahwa Pedrosa sangat cepat di lintasan lurus karena bobot tubuhnya yang ringan.
Namun di sisi lain, pembalap dengan tubuh lebih berat biasanya lebih mudah memanaskan ban, terutama dalam kondisi lintasan basah, sesuatu yang kerap menjadi tantangan bagi Pedrosa.
Mantan pembalap MotoGP sekaligus juara dunia Superbike, Sylvain Guintoli, juga menilai Pedrosa mungkin datang pada era yang kurang tepat.
Baca Juga: Valentino Rossi Turun Tangan Selamatkan Karier Francesco Bagnaia di Tengah Krisis Ducati
Menurut Guintoli, gaya balap Pedrosa justru akan sangat cocok dengan karakter motor MotoGP modern saat ini.
Selain itu, pada masa puncak kariernya Pedrosa harus bersaing dengan generasi pembalap elite yang sering disebut sebagai “fantastic five”, termasuk Rossi, Lorenzo, Marquez, dan rival-rival kuat lainnya.
Ikuti Ihram.co.id
