Ihram.co.id — Legenda balap motor dunia, Valentino Rossi, mengungkapkan alasan mengapa dirinya mampu terhindar dari masalah arm pump sepanjang kariernya di MotoGP. Menurut Rossi, faktor genetik menjadi salah satu kunci utama yang membuatnya tidak pernah mengalami cedera yang kerap menghantui banyak pembalap di kelas premier tersebut.
Rossi menjalani karier panjang di paddock grand prix sejak 1996 hingga pensiun pada 2021. Selama periode itu, banyak pembalap MotoGP harus menjalani operasi arm pump akibat tekanan ekstrem pada otot lengan saat mengendalikan motor berperforma tinggi.
Namun, sembilan kali juara dunia tersebut mengaku tidak pernah mengalami kondisi tersebut selama kariernya.
Baca Juga: Valentino Rossi Sebut Dani Pedrosa Seharusnya Juara MotoGP 2013, Bukan Marc Marquez
Mengaku Tidak Pernah Mengalami Arm Pump
Pengakuan Rossi muncul saat acara makan malam para anggota MotoGP Hall of Fame, di mana ia berbincang santai dengan mantan rivalnya, Dani Pedrosa.
Dalam percakapan tersebut, Pedrosa bertanya langsung kepada Rossi apakah ia pernah mengalami arm pump selama berkarier di MotoGP.
“Apakah kamu pernah mengalami masalah arm pump?” tanya Pedrosa.
Rossi menjawab bahwa dirinya sama sekali tidak pernah mengalami kondisi tersebut.
“Tidak pernah. Nol. Saya tidak pernah mengalami arm pump,” kata Rossi.
Meski begitu, ia mengaku pernah merasakan kelelahan pada lengan saat mengendarai motor motocross. Namun menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan arm pump yang biasa dialami para pembalap MotoGP.
Rossi Sebut Faktor Genetik sebagai Penyebab
Rossi menilai kemampuan dirinya terhindar dari arm pump kemungkinan besar dipengaruhi oleh faktor genetik, khususnya struktur otot lengan bawah yang dimilikinya.
Menurutnya, ukuran dan kondisi otot lengan bawah setiap pembalap sangat memengaruhi kemungkinan seseorang mengalami masalah tersebut.
“Menurut saya ini soal keberuntungan genetik. Tergantung pada gen dan seberapa besar otot lengan bawah Anda,” ujar Rossi.
“Itu adalah keberuntungan besar bagi saya.”
Arm pump sendiri merupakan kondisi medis ketika otot lengan bawah mengalami tekanan berlebih akibat getaran motor dan gaya pengereman ekstrem. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri, mati rasa, hingga hilangnya kekuatan pada tangan saat balapan.
Karena dampaknya cukup serius, banyak pembalap MotoGP harus menjalani operasi untuk mengatasi masalah tersebut.
Dani Pedrosa Justru Sering Mengalami Arm Pump
Berbeda dengan Rossi, mantan pembalap Repsol Honda Team, Dani Pedrosa, justru mengaku sering mengalami arm pump sepanjang kariernya.
Pedrosa bahkan harus menjalani beberapa operasi untuk mengatasi masalah tersebut, termasuk operasi terbaru pada 2022 ketika ia kembali turun ke lintasan sebagai pembalap penguji.
“Saya sangat menderita karena arm pump. Ada musim-musim tertentu yang lebih parah dibanding yang lain,” kata Pedrosa.
Ia menjelaskan bahwa tingkat keparahan arm pump yang dialaminya sering bergantung pada karakter motor yang ia kendarai.
Pedrosa bahkan mengingat salah satu periode paling sulit dalam kariernya.
“Pada 2014 saya seperti hanya mengendarai motor dengan lengan kiri,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa latihan fisik di gym terkadang justru memperparah kondisi arm pump yang ia alami, meskipun latihan tersebut tetap diperlukan untuk menjaga kebugaran sebagai pembalap.
Rossi Bahas Persaingan MotoGP 2026
Dalam kesempatan yang sama, Rossi juga berbicara mengenai persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Sebagai pendiri VR46 Riders Academy, Rossi memiliki beberapa pembalap binaan yang saat ini tampil di grid MotoGP, termasuk Marco Bezzecchi.
Rossi menilai Bezzecchi sedang berada dalam performa terbaiknya dan sangat fokus untuk meraih kemenangan.
Namun ia tetap menilai rival lamanya, Marc Marquez, masih menjadi kandidat kuat untuk merebut gelar juara dunia musim ini.
Menurut Rossi, motor Aprilia yang digunakan Bezzecchi masih sedikit tertinggal dibandingkan performa motor Ducati.
Baca Juga: Valentino Rossi: Mustahil Kalahkan Marc Marquez Jika Motornya Lebih Lambat
Hasil Seri Pembuka MotoGP 2026
Pada seri pembuka musim 2026 yang digelar di Buriram, Bezzecchi berhasil meraih kemenangan dalam balapan utama di Chang International Circuit.
Namun pembalap Italia tersebut gagal mengamankan poin maksimal setelah mengalami kecelakaan pada sprint race sehari sebelumnya.
Hasil tersebut membuat Bezzecchi meninggalkan Thailand di posisi kedua klasemen sementara MotoGP musim 2026.
Ikuti Ihram.co.id
