— Legenda MotoGP, Valentino Rossi, menilai bahwa mengalahkan Marc Marquez di MotoGP modern akan sangat sulit jika seorang pembalap tidak didukung motor yang kompetitif. Menurut Rossi, perbedaan performa motor masih menjadi faktor krusial dalam menentukan hasil balapan di kelas utama.

Pernyataan tersebut disampaikan Rossi dalam sebuah pertemuan spesial para legenda balap motor dunia yang berlangsung di Misano World Circuit Marco Simoncelli pada September tahun lalu.

Acara tersebut mempertemukan sejumlah nama besar MotoGP seperti Giacomo Agostini, Casey Stoner, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, Kevin Schwantz, serta Freddie Spencer. Percakapan mereka kemudian dirilis oleh situs resmi MotoGP.

Baca Juga: Valentino Rossi Tegaskan Tak Akan Pernah Naik Motor MotoGP Lagi, Ini Alasannya

Rossi Soroti Performa Marco Bezzecchi

Dalam diskusi tersebut, Jorge Lorenzo menanyakan kepada Rossi pembalap dari VR46 Riders Academy yang sedang menunjukkan performa terbaik saat ini. Rossi langsung menunjuk nama Marco Bezzecchi.

“Untuk saat ini, pembalap yang paling dalam performa terbaik adalah Bezzecchi,” ujar Rossi.

Marco Bezzecchi memang tampil impresif sejak bergabung dengan tim pabrikan Aprilia Racing setelah sebelumnya membela tim VR46 Racing Team yang menggunakan motor Ducati.

Performa pembalap Italia tersebut bahkan mengejutkan banyak pihak, termasuk Dani Pedrosa.

“Saya tidak menyangka akan seperti ini. Pindah dari Ducati biasanya seperti langkah mundur,” kata Pedrosa.

Rossi mengakui bahwa adaptasi dari motor Ducati ke Aprilia memang tidak mudah, tetapi menurutnya Bezzecchi mampu memaksimalkan potensinya.

Mengalahkan Marquez dengan Motor Lebih Lambat? Mustahil

Meski memuji kemampuan Bezzecchi, Rossi tetap menilai bahwa faktor motor sangat menentukan dalam persaingan MotoGP.

Menurutnya, motor Aprilia saat ini masih sedikit tertinggal dibanding Ducati yang menjadi salah satu paket paling kompetitif di grid.

“Aprilia sedikit lebih buruk dibanding Ducati. Jadi mengalahkan Marquez dengan motor yang lebih lambat? Mustahil,” kata Rossi.

Meski demikian, Rossi tetap memuji dedikasi Bezzecchi dalam latihan, terutama saat berlatih di Moto Ranch Tavullia, fasilitas latihan milik Rossi yang menjadi markas para pembalap VR46 Academy.

Rossi juga menilai Bezzecchi memiliki kemampuan teknis yang sangat baik dalam memberikan masukan kepada tim.

“Dia punya feeling yang sangat bagus terhadap motor. Dia sangat sensitif ketika memberi feedback kepada para insinyur,” ujar Rossi.

Bezzecchi Bawa Aprilia ke Musim Terbaik

Sejak bergabung dengan Aprilia, Bezzecchi berhasil membantu pabrikan asal Italia tersebut meraih salah satu musim terbaiknya di MotoGP.

Sepanjang musim 2025, Bezzecchi meraih enam kemenangan dari kombinasi Sprint Race dan Grand Prix serta menutup musim di peringkat ketiga klasemen dunia.

Momentum positif itu berlanjut pada awal musim MotoGP 2026. Pada seri pembuka di Chang International Circuit, Bezzecchi tampil sangat kuat.

Ia sempat memimpin Sprint Race sebelum terjatuh, namun bangkit dengan memimpin setiap lap pada balapan utama hingga meraih kemenangan.

Rossi Soroti Kesulitan Francesco Bagnaia

Selain membahas Bezzecchi, diskusi para legenda MotoGP juga menyinggung performa juara dunia dua kali Francesco Bagnaia.

Rossi menilai pembalap Ducati tersebut sedang mengalami penurunan kepercayaan diri.

“Pecco sedikit kehilangan arah sekarang,” kata Rossi.

Menurutnya, Bagnaia kini mengalami kesulitan pada fase pengereman dan masuk tikungan, yang sebelumnya justru menjadi kekuatan utamanya.

Pedrosa juga mengaku heran karena Bagnaia terkadang tetap mampu tampil sangat cepat, terutama saat sesi latihan.

Rossi kemudian mengungkapkan bahwa kedatangan Marc Marquez di garasi Ducati bisa saja memberi tekanan psikologis tambahan bagi Bagnaia.

“Ketika Marquez datang ke tim dan langsung sangat cepat, secara psikologis itu tidak mudah,” ujar Rossi.

Baca Juga: Valentino Rossi Turun Tangan Selamatkan Karier Francesco Bagnaia di Tengah Krisis Ducati

Masalah Ban Belakang Jadi Faktor Penting

Rossi juga menyoroti masalah teknis yang menurutnya memengaruhi performa Bagnaia, yakni penurunan performa ban belakang di akhir balapan.

“Masalah terbesar adalah ban belakangnya turun sangat banyak. Pada lap-lap terakhir Pecco menjadi lebih lambat,” jelas Rossi.

Padahal pada musim sebelumnya Bagnaia dikenal sangat kuat di fase akhir balapan.

Legenda balap Italia Giacomo Agostini bahkan menilai masalah tersebut bisa juga berkaitan dengan mentalitas pembalap.

“Dalam balapan, kepala adalah segalanya,” kata Agostini.

Persaingan MotoGP 2026 Semakin Ketat

Persaingan di MotoGP musim 2026 diperkirakan semakin sengit dengan banyaknya pembalap yang memiliki peluang meraih kemenangan.

Marc Marquez sendiri memulai musim dengan hasil yang kurang ideal setelah gagal finis pada balapan utama di Thailand akibat kerusakan pelek roda. Ia hanya mengumpulkan 9 poin dari seri pembuka.

Marquez juga memiliki peluang menyamai rekor delapan gelar juara dunia kelas utama milik Giacomo Agostini jika mampu merebut gelar musim ini.

Baca Juga: Tim Valentino Rossi Dipastikan Tidak Tinggalkan Ducati Pada MotoGP 2027, Kontrak Baru Segera Diumumkan

Dengan rivalitas antara Ducati, Aprilia, dan para pembalap top yang semakin ketat, musim MotoGP 2026 diprediksi menjadi salah satu musim paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir.